Ratih
gadis cantik anak bungsu dari bapak dan ibu Karim terlahir tomboy, karena
mengikuti gaya permainan, hobby serta kebiasaan kedua kakak laki-lakinya yang
bernama Rusman dan Kemal yang mempunyai hobby main sepakbola, kelereng,
layang-layang, memanjat pohon, otomotif sampai ikut berkelahi. Sikap tomboy itu
yang terbawa dari Ratih kecil hingga menjelma menjadi Ratih yang sekarang ini.
Sikap dan prilaku Ratih yang tomboy itu sering membuat pusing kedua orang
tuanya yaitu : pak Karim dan ibu Karim. Seharusnya diusia Ratih yang sekarang
duduk dibangku SMA itu, harusnya pergi ke salon untuk merawat diri, menggunakan
skin care dan lain-lain. Justru yang dilakukan Ratih adalah bermain bola,
balap-balapan motor serta rela berpanas-panasan hanya untuk sekedar menonton
team sepak bola favoritnya bersama kedua kakaknya dan teman-teman cowok di
sekolahnya.
Pak
Mansyur ... Guru agama disekolah Ratih
belajar mendadak cuti karena sakit, dan pak Mansyur harus beristirahat untuk
beberapa bulan guna memulihkan kesehatannya. Dan tentu saja pak Mansyur yang disayangi
oleh murid-muridnya harus berpisah sementara dengan Ratih dan anak-anak didik
yang lainnya.
Kedudukan
pak Mansyur sebagai Guru Agama disekolah Ratih digantikan oleh “Pak Ferdi”. Pak
Ferdi adalah mahasiswa semester akhir yang kuliah di Al Azhar Mesir adalah
putra pak Mansyur satu-satunya yang sedang cuti kuliahnya untuk datang ke
Indonesia karena untuk melihat bapaknya yang sakit dan tentunya mengganti
kedudukan pak Mansyur untuk mengajar di sekolah Ratih sampai pak Mansyur sembuh
kembali. Tetapi tentang jati diri pak Ferdi yang kalem, cool, ganteng dan
rupawan tidak diketahui oleh anak didik pak Mansyur juga Ratih bahwa pak Ferdi
itu adalah anak pak Mansyur yang baik hati itu. Cuma pihak sekolah yang
mengetahui hal itu.
Pagi
itu ..... pihak sekolah memperkenalkan pak Ferdi kepada murid-murid dikelas
Ratih. Ratih yang cuek dan selalu mengunyah permen karet santai saja dengan
kedatangan pak Ferdi, sedangkan murid-murid cewek yang lain mendadak salah
tingkah dan serba salah karena kehadiran pak Ferdi yang keren itu. Ratih masih sibuk
dengan kegiatan bermain bola, basket dan otomotif dengan kedua kakaknya, tetapi
disatu sisi murid-murid cewek yang lain sibuk mencari dan memburu “ hijab ”
untuk menutup kepalanya karena agar bisa mendapat perhatian yang lebih dari pak
Ferdi apabila pak Ferdi mengajar dikelasnya.
Keberadaan
pak Ferdi alias Ferdi disekolah menjadi buah bibir dan perbincangan antar
murid-murid disekolah Ratih yang menjadikan pak Ferdi selalu menjadi “ trending
topik ” dikalangan siswa dan guru-guru di sekolah Ratih, karena disamping paham
ilmu Agama dengan baik, pak Ferdi juga jago bermain futsal, basket dan tentunya
otomotif. Itulah yang menjadikan pak Ferdi selalu menjadi ‘ trending topik ‘
karena sering membantu anak-anak murid yang lain yang mempunyai hobby yang sama
dengan Ratih, yang akhirnya pak Ferdi bisa menggususr kedudukan Ratih yang
selalu menjadi bahan perbincangan karena kecantikan dan tentunya punya prestasi
di sekolahnya. Hal itu yang merasa bahwa Ratih merasa tersaingi dengan datangnya
pak Ferdi sebagai pengganti pak Mansyur sebagai guru Agamanya.
Kedatangan
Ferdi alias pak Ferdi sampai juga ditelinga kakak Ratih yaitu : Rusman dan
Kemal, karena Ratih sering curhat kepada kedua kakaknya tentang keberadaan pak
Ferdi.
Ternyata
setelah diselidiki lebih dalam oleh Kemal dan Rusman, ternyata pak Ferdi alias
Ferdi adalah sahabat lamanya mereka berdua pada saat mereka masih menjadi
anggota club genk otomotif yang sama sebelum akhirnya mereka berpisah setelah
pak Ferdi alias Ferdi mendapat beasiswa untuk pergi sekolah di Al Azhar Mesir
beberapa tahun yang lalu. Yang dahulu Ferdi berambut gondrong, cool dan santun
kini telah berubah menjadi Ferdi yang tetap cool, ganteng, santun dan rupawan
dengan rambut pendeknya, hal inilah yang dimanfaatkan Kemal dan Rusman untuk
mempertemukan Ferdi dan Ratih dalam sebuah adu lomba balap motor yang tidak
diketahui oleh Ratih bahwa penantangnya adalah guru Agama yang dibencinya itu.
Tadinya
Ferdi menolak ajakan Kemal dan Rusman untuk adu tanding itu, tapi karena Kemal
dan Rusman menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya, bahwa Ratih adik
satu-satunya membenci dia, maka demi persahabatan dan bernostalgia masa lalu
akhirnya Ferdi menerima tantangan tersebut dengan tujuan hanya untuk
bersenang-senang saja, karena setelah bertanding Ferdi harus bertolak ke Mesir
untuk melanjutkan studinya.
Ferdi
yang menutup rapat-rapat helm kepalanya sebelum tanding, akhirnya bisa
mengalahkan Kemal, Rusman dan Ratih dalam adu tanding balap motor itu. Setelah
dibuka penutup kepala itu, betapa terkejutnya yang mengalahkan dia dan kedua
kakaknya itu adalah pak Ferdi yang dibencinya dan guru Agama disekolahnya yang
tak lain adalah sahabat bagi kedua kakak laki-lakinya itu. Ferdi meninggalkan
Ratih, Kemal dan Rusman dengan senyum yang menawan karena Ferdi akan berangkat
ke Mesir untuk meninggalkan Indonesia.
Kedatangan
Ferdi dan pak Mansyur sudah ditunggu oleh pak Karim, bu Karim, Kemal dan Rusman
dirumah pak Karim yang megah dan asri itu. Ternyata pak Mansyur guru Agama
Ratih berteman baik dengan pak Karim dan bu Karim, dan Ferdi adalah sahabat
bagi kedua anak laki-lakinya yaitu : Rusman dan Kemal. Pak Karim dan bu Karim
mengundang pak Mansyur dan Ferdi untuk makan malam bersama, karena menurut info
dari Rusman, bahwa anaknya pak Mansyur yang bernama Ferdi besok paginya akan
bertolak dari Indonesia untuk berangkat kembali ke Mesir guna menyelesaikan
study akhirnya.
Keresahan
hati, gundah gulana dan salah tingkah dirasa oleh Ratih sebelum moment makan
malam itu. Ratih yang tomboy tapi cantik sebenarnya menaruh hati dengan Ferdi,
tapi Ratih sungkan untuk mengungkapkannya, tapi Ratih juga tidak mau kehilangan
moment untuk pertemuan singkat dan terakhirnya dengan Ferdi alias pak Ferdi
guru Agamanya disekolah.
Ratih
yang biasa tampil tomboy, hanya menggunakan kaos dan bercelana pendek dikala
sedang makan malam dengan keluarganya, tiba-tiba dimalam itu Ratih tampil
dengan dandanan super feminim dan menutup auratnya dengan hijab guna bertemu
dengan Ferdi, pak Mansyur dan keluarganya dimeja makan tersebut. Tentu saja
perubahan penampilan Ratih yang berubah total 180o celcius menjadi pusat perhatian Ferdi dan
keluarganya. Padahal untuk memakai hijab yang dipinjam dari ibunya bu Karim
Ratih yang super tomboy itu harus mengulang berkali-kali dengan menonton canel
youtube dari handphone miliknya cara menggunakan hijab yang baik dan benar.
Bisa dibayangkan betapa sibuk, repot dan putus asanya Ratih pada saat itu. Tapi
semua jerih payah Ratih tergantikan oleh penampilannya yang pada saat makan
malam itu mencuri perhatian Ferdi dengan senyuman Ferdi yang tulus dan menusuk
jantung Ratih yang rasanya seperti tertusuk jarum pentul pada saat Ratih | “
mendadak hijab “ guna penampilan paripurnanya itu.
Ubai Rai.
Genre : Drama, Teen
Players: -Ratih
-Ferdi
-Rusman
-Kemal
-Pak Mansyur
-Bapak & Ibu Karim
-and others.
Parto yang mempunyai
wajah pas-pasan selalu mengedit hasil photo-photo selfinya untuk dipajang di
sosmednya, guna bisa memacari cewek-cewek cantik yang dikenalnya lewat dunia
maya tersebut. Wajah Parto yang terbilang dibawah standart anak milenial
berubah menjadi super cool, keren, ganteng dan menggugah selera bagi yang
melihatnya. Karena photo-photo Parto itu sudah di edit dengan kemampuan Parto
yang terbilang sukses dan canggih secanggih pesawat ulang-alik yang sukses
mendarat dipermukaan bulan buatan Amerika itu.
Hobby mengedit
photo-photo menjadi cantik, sensual dan aduhai, sama juga di kerjakan oleh
Paula dan Casandra. Cuma bedanya Paula dan Casandra mengedit photo-photonya
bertujuan untuk mendulang uang dari orang-orang yang akan dipacarinya. Parto,
Paula dan Casandra tinggal dalam satu kota yang sama tapi beda tempat dikost’an
gang sempit perkotaan. Paula dan Casandra tinggal dalam satu kost yang sama.
Parto yang mengubah
namanya menjadi “Patrik” disaat sedang mencari mangsanya. Parto mempunyai
seorang teman baik bernama “Sonny” seorang photografer muda yang gantengnya gak
kaleng-kaleng dan bukan editan. Begitupun Casandra dan Paula mempunyai sahabat
perempuan bernama “Reva” seorang MUA (make Up Artist) yang kecantikannya dan
senyumnya mirip dengan bintang Bollywood yang bermata indah dan senyum menawan
bernama “Aishwarya Rai”. Sonny dan Reva berpacaran ketika mereka bertemu dalam
satu proyek yang sama disebuah cafe yang romantis.
Pertemuan Sonny dan Reva
intens terjadi disaat mereka sedang tidak sibuk atau selesai bekerja. Banyak
hal yang mereka bahas ketika sedang berdua mulai dari pekerjaan, masa depan
mereka sampai membahas kebiasaan teman-teman mereka yang kebiasaannya diluar
nalar Sonny dan Reva. Untuk itu Sonny dan Reva berencana untuk mempertemukan
Parto, Paula dan Casandra dengan makan malam yang romantis dengan tujuan mereka
bisa cocok sebagai teman atau apalah atau bisa bikin komunitas orang-orang yang
mempunyai hobby yang sama yaitu mengedit photo-photo asli mereka yang aslinya
Cuma biasa tetapi setelah diedit menjadi sangat luar biasa hasilnya.
Pertemuan antara Parto,
Paula dan Casandra yang digagas oleh Reva dan Sonny tidak pernah terwujud.
Karena jauh sebelum itu baik Parto, Paula dan Casandra pernah tertipu oleh
ulahnya masing-masing, jadi Parto tahu benar siapa sebenarnya Paula dan
Casandra, begitupun Casandra dan Paula paham bener jati diri dari seorang
Parto! Makanya pertemuan itu tak pernah akan terwujud, karena mereka tidak mau
mengulangi peristiwa yang memalukan terulang lagi.
Siang itu ..... handphone
Parto berdering untuk panggilan casting sebuah film remaja romantis dari
seorang sutradara dan produser yang akan memproduksi film tersebut. Karena
wajah Parto yang sudah di edit cocok sekali dengan tipe karakter yang akan di
produksinya itu. Dalam waktu yang hampir bersamaan tawaran untuk casting film
remaja romantis ditawarkan juga oleh Paula dan Casandra. Karena wajah Paula dan
Casandra cocok sekali dengan yang dicari oleh sang sutradara dan produser film
tersebut.
Parto, Paula dan Casandra
menjadi gundah gulana dan salah tingkah, karena sebenarnya photo-photo yang
dipasang di media sosialnya adalah bukan photo-photo asli mereka yang
sebenarnya, tetapi sudah melalui tahap pengeditan yang luar biasa canggih.
Kegundahan hati Parto,
Paula dan Casandra bisa tenang, karena Sonny sebagai teman Parto dan Reva
sebagai sahabat Paula dan Casandra siap membantu mencari jalan keluar yang
terbaik bagi teman-teman mereka.
Malam itu, Sonny, Reva
dan Bobby seorang sutradara dan produser film sedang berbincang-bincang
membicarakan proyek yang akan dikerjakannya. Ternyata Bobby adalah teman baik
Sonny dan Reva yang berpropesi sebagai sutradara dan produser untuk film
perdananya tersebut. Disaat itu juga Parto, Paula dan Casandra datang untuk
menemui Sonny dan Reva yang sebenarnya pertemuan itu sudah direncanakan oleh
Sonny dan Reva dengan Bobby sang produser dan sutradara muda disebuah cafe yang
sudah ditentukan oleh Sonny.
Sonny langsung
memperkenalkan Parto dengan Bobby, begitupun Reva langsung memperkenalkan Paula
dan Casandra denngan Bobby. Dalam suasana yang diam mencekam akhirnya Bobby
angkat bicara. Bobby berbicara tentang proyek film yang akan digarapnya sampai
penentuan siapa saja yang menjadi peran utama dan pendukung film tersebut, yang
menurut Bobby ini adalah sebuah film dan proyek persahabatan.
Ternyata film yang akan
digarap dan dikerjakan oleh Bobby adalah “Film Drama Romantis Horor” dimana
Parto, Paula dan Casandra akan berperan menjadi hantu-hantu yang menyeramkan
dan menakutkan sesuai dengan karakter bentuk aslinya, sedangkan Sonny dan Reva
akan menjadi pemeran utamanya.
Setelah semuanya deal dan
happy maka suasana cafe yang tadinya mencekam dan horor berubah menjadi penuh
tawa dan canda untuk mensukseskan proyek film yang mencekam itu, seperti wajah
“Sonny” yang gantengnya mencekam seperti film Hororrrr!!!
Ubai Rai.
Genre : Drama, Comedy
Players: -Parto
-Casandra
-Paula
-Sonny
-Reva
-and others.
Pertemuan dua anak manusia disalah satu gerbong kereta api listrik dari stasiun Jakarta Kota menuju stasiun kota hujan Bogor. Pertemuan yang tidak disengaja disaat Kencana yang berdiri cuek yang tidak mau duduk dikursi yang diberikan Surya pada saat kereta sedang berjalan menuju Kota Bogor, malah Kencana lebih memilih pindah ke gerbong yang lainnya karena ia tidak mau wajah cantiknya ditatap terus oleh Surya yang super cool itu. Sampai akhirnya mereka berdua berpisah setelah sampai di stasiun Bogor yang pada saat itu lagi cerah-cerahnya.
‘
Surya ‘ pemuda cool yang menawan, bekerja sebagai orang kantoran, disalah satu
Bank Jakarta, mempunyai kekasih bernama ‘ Vera ‘ yang super dan over protektif.
Sedangkan ‘ Kencana ‘ gadis cantik, manis, menawan masih kuliah disalah satu
kampus komunikasi terkenal di Jakarta. Kencana memiliki seorang kekasih bernama
‘ Gilang ‘ teman satu kampusnya.
Siang
itu dihari yang sama, Kota Bogor yang biasa diguyur hujan mendadak menjadi
cerah dan berwarna, karena kedatangan seorang pria yang super cool bernama
Surya dan gadis cantik bernama Kencana yang menjadi pusat perhatian orang-orang
yang melihatnya, begitupun dijalan ‘ Surya Kencana Bogor ‘ begitu cerah dan
menggairahkan karena jajanan kuliner pinggir jalan yang menggugah selera siap
tersaji dan siap untuk dinikmati bagi para pengunjung setianya dan juga bagi
para yang suka berkuliner enak tapi harga tidak bikin panik!
Masih
dipinggir jalan Surya Kencana Bogor, terlihat seorang gadis cantik sedang
menikmati salah satu makanan kuliner khas kota Bogor yang banyak diminati oleh
orang, saking menikmati kuliner “sop soto kuning” di trotoar jalan Surya
Kencana. Nana panggilan akrab Kencana tidak menyadari bahwa disampingnya juga
duduk seorang pria yang ditemuinya di kereta bernama Arya panggilan akrab
Surya, yang sedang menikmati kuliner yang sama. Tanpa basa-basi akhirnya Arya
memperkenalkan diri kepada Nana yang tentu saja disambut dengan sedikit tidak
percaya bahwa nama mereka adalah Surya dan Kencana dimana pada siang sampai
sore itu waktu mereka dihabiskan untuk berkuliner ria dijalan Surya Kencana
Bogor yang terkenal itu.
Sore
mulai tiba di hari yang sama, Surya akan mengantarkan Nana untuk pulang ke
Jakarta dengan naik kereta, sedangkan Surya akan tetap di Bogor karena setiap
akhir pekan Surya selalu menyempatkan untuk menengok orang tuanya yang memang
tinggal di Bogor. Problem muncul kereta api yang akan dinaiki Nana ternyata
antriannya sangat panjang sekali, akhirnya Surya menawarkan diri untuk Nana
bermalam di rumah orang tuanya yang asri dan penuh kehangatan, pada saat mereka
sampai kerumah orang tua Surya di Kota Bogor yang indah, bersih dan penuh bunga
setaman yang dirawat dengan baik dan penuh estetika.
Tentu
saja tawaran itu tidak disia-siakan oleh Nana, karena ia ingin mengenal lebih
jauh sosok pria cool yang bernama Surya itu, ditambah lagi sambutan kehangatan
keluarga Surya kepada Kencana yang tidak pernah ia dapatkan oleh kesibukan
kedua orangtuanya yang mempunyai basis bisnis diluar negeri, dan tentunya
perhatian ke kasihnya sendiri yang bernama Gilang karena selalu sibuk dengan
teman-teman cowok di kampusnya yang mempunyai hobby main Game alias Mabar.
Dengan
secangkir wedang jahe yang hangat, malam itu Kencana dan Surya menghabiskan
malam minggunya di Kota Bogor yang dingin dengan alunan musik jangkrik yang
samar-samar terdengar indah dan tentunya gerimis hujan kota Bogor yang romantis
dengan kehangatan balutan keluarga Surya yang bikin romanssa cinta antara Surya
dan Kencana bersemi dan bikin Baper!
Hari
sudah berganti, Surya sibuk dengan pekerjaannya dan Kencana juga sibuk dengan
rutinitas kuliahnya, tapi setiap menjelang hari libur yaitu sabtu, mereka
selalu bertemu dan menghabiskan detik-detik pertemuan mereka di Surya Kencana
Bogor untuk melampiaskan hobby kulinernya dan tentunya bermalam di rumah
keluarga Surya yang penuh kehangatan.
Vera
seorang selegram yang sibuk, over protektif terhadap kekasihnya Surya, akhirnya
memutuskan untuk ikut dengan Kencana ke Kota Bogor dengan menggunakan mobil
pribadinya. Ternyata Vera dan Nana adalah kakak beradik yang tinggal di
apartement yang sama di Jakarta. Cuma bedanya Vera lebih suka ketempat-tempat
cafe-cafe yang lagi hitz, sedangkan Kencana lebih menyukai jajanan pasar yang
membumi, walaupun kedua-duanya adalah cewek-cewek yang tajir melintir.
Jalan
Surya Kencana tidak menarik minat untuk seorang Vera, tapi Nana justru
menikmatinya dengan segenap rasa dan jiwa, akhirnya sebelum pulang ke Jakarta
dan ingin menginap salah satu hotel mewah di Kota Bogor, Nana memutuskan untuk mampir
sebentar kerumah Surya yang indah dan asri, yang ternyata kedatangan Nana dan
Vera sudah ditunggu-tunggu oleh keluarga Surya yaitu : Surya alias Arya, Gilang
dan kedua orang tua Arya dan Gilang. Ternyata Arya alias Surya kakak beradik
dengan Gilang yang tinggal satu tempat kost yang sama di Jakarta. Cuma bedanya
Surya sudah bekerja sedangkan Gilang masih kuliah.
Pertemuan
keempat makhluk cantik dan ganteng itu bikin panik seisi rumah orang tua Surya,
karena Arya alias Surya yang sering di ceritakan Nana kepada Vera adalah
kekasihnya, sedangkan Gilang si makhluk misterius tersebut adalah kekasih Nana
alias Kencana. Terjadilah kesalah pahaman antara mereka berempat. Vera menuduh
adiknya Nana ada hati dengan Surya, begitupun Gilang menuduh kakaknya Surya ada
hati dengan kekasihnya Kencana..... yang berujung pada Vera meninggalkan
adiknya Nana dirumah Surya di Kota Bogor. Tapi yang mengejar Vera bukanlah
Surya, tetapi Gilang, karena Gilang sebenarnya sudah jatuh hati kepada seorang
selegram cantik yang bernama Vera, tapi Gilang tidak tahu bahwa Vera adalah
kakak dari kekasihnya sendiri yaitu : Kencana.
Pengejaran
Vera meninggalkan rumah Surya, akhirnya di ikuti oleh Surya dan Kencana, dimana
keempat makhluk cantik dan rupawan itu bertemu persis dijalan Surya Kencana
yang lagi ramai-ramainya oleh pengunjung disana. Dengan gentelment Gilang
mengungkapkan isi hatinya kepada Vera disebuah cafe jalan Surya Kencana yang
penuh dengan keromantisan sedangkan Surya mengajak Nana alias Kencana pulang kerumah Surya untuk
memberitahukan kepada kedua orang tua Surya bahwa Nana adalah calon istri yang
ia cari selama ini yang mempunyai kesamaan hobby, rasa tujuan hidup yang sama.
Jalan
Surya Kencana di Bogor menjadi moment yang sangat penting dan berharga bagi
hubungan asmara kedua pasangan yang saling mencintai satu sama lainnya tanpa
adanya tekanan hidup yang serba over protektif sampai ke jenjang pernikahan
mereka yang indah antara “ Vera dan Gilang “ dan antara “ Surya dan Kencana “
yang penuh dengan romansa keindahan dan keromantisan mereka berdua.
Ubai Rai.
Genre : Drama, Teen
Players: -Surya
-Kencana
-Gilang
-Vera
-and others.
Menolak tua adalah drama comedy masa kini yang dibalut dengan adegan-adegan lucu yang menggemaskan dan di warnai oleh intrik-intrik percintaan yang memang ada dan terjadi disekitar lingkungan kita bahkan diluar sana, yang pada akhirnya kita diajak untuk menerima keadaan yang sudah menjadi kodrat yang mau dan tidak mau bahwa itulah yang terjadi tanpa harus melawan arus yang sudah digariskan oleh sang pencipta.
Ibu
Sandra dan para genk sosialitanya, dituntut untuk tampil selalu cantik dan
paripurna, padahal usia ibu Sandra dan para genknya itu sudah tidak muda lagi,
artinya kesibukan ibu Sandra dan genknya lebih banyak dihabiskan disebuah salon
kecantikan yang menjadi langganannya, entah itu hanya untuk mewarnai rambut
mereka yang sudah memutih atau hanya sekedar menyuntikan vitamin awet muda
kedalam tubuh wanita-wanita kaya itu. Agar terlihat selalu cantik, menarik dan awet muda untuk menebar pesona dikala ada
kumpul-kumpul untuk arisan atau bahkan hanya jalan-jalan ke sebuah ‘ Mall ‘
untuk menghabiskan hari-harinya dan uangnya.
Alvin
dan Tiara, kakak beradik yang mempunyai wajah rupawan dan cantik, tidak lah
seberuntung teman sekaligus sahabatnya yang bernama Pantja dan Bunga. Maklum
orang tua dari Alvin dan Tiara yaitu : pak Gio dan bu Gio hanyalah seorang
karyawan biasa sedangkan Pantja dan Bunga anak dari ibu Sandra dan pak Thomas
yang tajir melintir mempunyai jaringan bisnis dimana-mana, maka tak heran kalau
ibu Sandra masuk dalam jajaran Genk Sosialita yang selalu tampil paripurna dan
menolak tua.
Pertemuan
antara pak Thomas dan Tiara terjadi pada sebuah pameran otomotif disalah satu
sebuah showroom mobil mahal di Jakarta, Tiara yang mempunyai wajah cantik nan
rupawan memang selalu nyambi alias kerja parttime disengggang kesibukannya
sebagai salah satu mahasiswi di sebuah universitas. Pak Thomas jatuh hati
dengan mobil mahal yang ditawarkan oleh Tiara, karena pak Thomas akan
memberikan hadiah mobil itu sebagai surprise untuk hadiah ulang tahun anak
gadisnya yang bernama Bunga, yaitu : sebuah mobil sport mewah berwarna merah
menyala.
Pak
Thomas tidak saja jatuh hati dengan mobil yang ditawarkan oleh Tiara, tetapi
pak Thomas juga diam-diam mencintai Tiara yang cantik rupawan itu. Maka
terjalinlah hubungan asmara diam-diam antara pak Thomas dan Tiara tanpa
diketahui oleh siapa pun juga. Pak Thomas happy begitupun dengan Tiara, karena
untuk kebutuhan uang kuliah dan lainnya pak Thomas selalu memberinya dengan
lapang dada, walaupun hubungan asmara diam-diam antara pak Thomas dan Tiara
tidak sampai kewilayah dada. Happynya pak Thomas, karena Tiara bisa menggantikan
posisi istrinya yaitu ibu Sandra yang selalu sibuk dengan Genk Sosialitanya,
walau jalinan asmara diam-diam antara pak Thomas dan Tiara hanya sekedar minum
kopi disebuah cafe yang romantis tetapi pak Thomas merasa bahagia karena masih
ada seseorang yang mau mendengar tentang curhatnya yang selalu kesepian.
Begitupun
ibu Sandra, yang akhirnya bisa memacari Alvin kakak Tiara, karena sosok Alvin
yang muda, tampan dan baik hati dengan rela dan ikhlas menolong ibu Sandra dan
Genk Sosialitanya dari godaan preman-preman yang mengincar sepeda dan uangnya
pada saat berolahraga disuatu pagi yang penuh dengan drama dan kelucuan yang
bikin tertawa, karena salah satu dari anggota Geng Sosialita ibu Sandra, “ wig
” atau “ rambut palsunya ” terlepas pada saat mempertahankan tas mewah miliknya
dari preman-preman tersebut, karena tujuan dari ibu Sandra dan Genk
Sosialitanya pagi itu bukan untuk berolahraga, tetapi ingin menebar pesona
kepada orang-orang yang sedang berolahraga dan khususnya pada laki-laki muda yang
memang pada saat kejadian itu ada saja yang menggoda Genk Sosialita itu.
Pertemuan antara Alvin dan ibu Sandra yang berlanjut kehubungan yang lebih
dalam diluar nalar usianya yang sudah tidak muda lagi banyak membuat orang
“Baper” yang melihat kemesraan mereka berdua walaupun hanya sebatas hangout di
sebuah cafe atau apalah......
Perubahan
gaya hidup dan prilaku Alvin dan Tiara banyak berubah setelah mereka
masing-masing menjadi pacar gelap dari kedua orang tua sahabatnya itu, yaitu :
Pantja dan Bunga. Tetapi semua itu tidak ada yang tahu kecuali Alvin dan Tiara
serta ibu Sandra dan pak Thomas yang pandai sekali menutup rapat-rapat tentang
hubungan itu. Padahal sebenarnya Alvin mencintai Bunga dan Pantjapun mencintai
Tiara, tetapi karena mereka bersahabat jadi untuk mengungkapkan isi hati dan
perasaan cinta itu sangatlah sulit, takutnya persahabatan mereka menjadi hancur
dan tak berbekas karena perasaan hati. Tapi sinyal-sinyal cinta dan getaran
hati itu memang ada cuma eksekusinya saja yang kadang-kadang dianggap hanya
lelucon menurut Tiara dan Bunga. hmm....
Malam itu .....
Banyak
kejutan dan surprise yang terjadi pada saat malam ulang tahun Bunga anak dari
pak Thomas dan ibu Sandra.
-
Pertama : Pantja anak
laki-laki dari pak Thomas dan ibu Sandra berani mengungkapkan perasaan hati dan
cintanya kepada Tiara yang sudah dipendamnya sejak dulu, padahal yang kita tahu
bahwa Tiara adalah kekasih gelapnya pak Thomas ayah dari Pantja.
-
Kedua : Alvin anak dari
pak Gio dan ibu Gio yang tingkat status ekonominya jauh diatas pak Thomas dan
ibu Sandra, menjadi tamu istimewa dan ditunggu-tunggu oleh Bunga disaat ulang
tahunnya untuk diperkenal kan oleh kedua orang tua Bunga, bahwa Alvin adalah
belahan jiwa nya yang tidak bisa tergantikan oleh siapapun juga.
-
Surprise yang ketiga adalah : bahwa Alvin dan Tiara baru mengetahui
bahwa pak Thomas dan ibu Sandra adalah kedua orang tua dari sahabatnya itu,
yaitu Pantja dan Bunga.
-
Dan surprise yang
terakhir adalah : hadiah sebuah ‘mobil sport mewah dan mahal’ yang diberikan untuk
Bunga yang berwarna merah menyala, ‘semerah’ mata pak Thomas dan ibu Sandra
karena harus merelakan pacar-pacar gelapnya itu untuk berhubungan dan memberi
restu karena Alvin dan Tiara lebih cocok dengan anak-anaknya yang masih
sama-sama muda, cantik, rupawan dan tentunya tidak melawan tua itu.
Ubai Rai.
Genre : Drama, Comedy, Teen
Players: -Alvin
-Tiara
-Pantja
-Bunga
-Ibu Sandra & Genk Sosialita
-Pak Thomas
-Pak Gio & Ibu Gio
-and others.
Pengambilan gambar untuk sebuah produk iklan kosmetik akan segera dimulai, semua kru / crew sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Tapi tidak dengan Maya, ia justru terlena oleh lamunan dan angan-angannya seandainya justru ia yang berada di posisi bintang iklan kosmetik itu. Siapa lagi bintang iklan produk kosmetik itu adalah: Clara model cantik yang lagi ngehitz didunia keartisan. Sedangkan Maya, hanyalah seorang asisten pribadi Clara, yang selalu diajak oleh Clara kemanapun Clara sedang bekerja. Lamunan Maya lansung sirna, tak kala Clara sudah siap untuk take pengambilan gambar itu.
Antara
Clara dan Maya hidupnya seperti amplop dan prangko, mereka tidak bisa
dipisahkan, karena sebagai asisten pribadi Clara, Maya harus selalu siap apa
yang akan dibutuhkan oleh kebutuhan Clara. Jadi hidup Clara sangat tergantung
kepada Maya. Begitupun Maya, untuk kebutuhan hidupnya ia sangat tergantung
kepada Clara. Pokoknya tanpa Maya, Clara akan merasa kebingungan, karena Maya
sangat tahu benar kebutuhan sang model dan artis tersebut. Pernah satu ketika,
pada saat Maya sakit perut dan tidak ikut Clara bekerja, apa yang terjadi?
Semua berjalan tidak semulus alias berantakan untuk kebutuhan sang artis.
Pokoknya biar Maya sakit, ia harus rela berkorban untuk kelangsungan pekerjaan
Clara. Pokoknya Maya harus selalu berada disisi Clara pada saat ia sedang
melakukan pekerjaannya baik sebagai model atau apapun .....!
Perjodohan
Clara dan Restu, memang sudah dipersiapkan oleh masing-masing kedua orang tua
Clara dan Restu. Tapi mereka belum saling mengenal satu sama lainnya, yang
Restu tahu bahwa Clara adalah : model dan artis cantik, sedangkan yang Clara
tahu bahwa Restu adalah : seorang bisnisman yang sukses dan kaya tentunya. Tapi
untuk melihat wajah antara Clara dan Restu belum saling melihat, karena
keduanya sibuk didunianya masing-masing.
Sabtu
siang sampai malam itu, Clara dan Maya sangat sibuk sekali, dari pergi ke
butik, salon sampai ketempat spa yang biasa didatangi oleh Clara. Maklum,
karena malam itu Restu akan menemui Clara untuk pertama kalinya. Tetapi justru
terbalik dengan Clara, justru Maya yang akan pasang badan untuk menemui Restu.
Karena Clara ingin tahu seperti apa si Restu itu, melalui Maya. Artinya Maya
akan berganti peran menjadi Clara demi menolong dan permintaan Clara yang sudah
dianggapnya seperti adiknya sendiri. Pokoknya Maya mau berkorban apa saja demi
kepentingan Clara, walaupun malu sebagai taruhannya.
Betapa
kaget dan shocknya, pertemuan antara Maya dan Restu, wajah dan penampilan Maya
tidak sesuai ekspetasi Restu yang sering di gadang-gadang oleh kedua orang
tuanya bahwa yang bernama Clara itu cantiknya luar biasa. Begitupun sebaliknya
Maya yang menyamar sebagai Clara, sangat terpesona akan ketampanan, kesopanan
dan menghargai wanita sebagaimana mestinya, walaupun Maya tahu, bahwa Restu
pada saat itu sangat kecewa. Maya dibuat terbengong-bengong akan sosok Restu
yang mempesona.
Pertemuan
antara Maya dan Restu disebuah restaurant
pada malam itu berjalan dengan lancar, sampai akhirnya Maya pulang
kerumah Clara untuk menceritakan yang sebenarnya terjadi pada saat itu.
Maya
bercerita bohong terhadap Clara, bahwa Restu itu orangnya tidak ganteng, kasar
dan tidak sopan. Pokoknya semua keburukan seorang laki-laki ada didiri Restu.
Awalnya Clara percaya oleh cerita Maya, tapi kenapa hampir beberapa kali Clara
memergoki Maya dan Restu sedang bercengkrama dan selalu membuat janji untuk
bertemu dengan Maya.
Acara
pemotretan untuk cover majalah, sudah usai dilakukan. Tentu saja Clara yang
menjadi model covernya majalah itu, dan Maya tetap sebagai asisten pribadi
Clara yang sangat sibuk. Tiba-tiba datang seorang pria tampan, sopan dan
mempesona datang menghampiri Maya, yang tak lain dan tak bukan itu adalah :
Restu, menolong Maya untuk membawa sebagian barang-barang milik Clara untuk
ditaruhnya di mobil. Tentu saja Clara merasa kaget dan terbengong-bengong alias
shock, ternyata sosok Restu tidak sesuai apa yang sering diceritakan oleh Maya,
sebagai pecundang.
Clara
marah besar terhadap Maya, karena apa yang diceritakan oleh Maya tentang Restu
sangatlah bertolak belakang. Artinya Maya mengambil kesempatan dalam
kesempitan. Apalagi pertunangan Maya dan Restu akan segera dilaksanakan. Tambah
marah besar si Clara itu.
Akhirnya
Clara dengan sekuat tenaga berusaha untuk mengakhiri hubungan antara Maya dan
Restu. Clara mendatangi Restu untuk menjelaskan perihal yang sebenarnya
terjadi, hal itu justru ditanggapi dengan senyum yang manis, karena sandiwara
dan kesepakatan antara Maya dan Restu sudah diketahui Restu sebelumnya, pada
saat Maya menjelma menjadi Clara dipertemuan pertama itu.
Ubai Rai.
Genre : Drama, Comedy
Players: -Clara
-Maya
-Restu
-Ayah & Ibu Clara
-Ayah & Ibu Restu
-and others.
Suara gemuruh pengunjung mengakhiri pertunjukan “ Live Show “ lipsing di club malam fantasi yang gemerlap itu. Siapa lagi kalau bukan artisnya yang bernama Yanti, Jamila dan Rianti yang menamakan dirinya “ Tiga Dara Manja “ yang lagi ngehitz banget di seantero penghibur malam karena penampilan, busana, gaya hidup dan jiwa menghibur mereka yang tak bisa tergantikan dan tersaingi sesama teman profesinya di club malam fantasi yang selalu tampil malam minggu dan All Out dalam setiap penampilannya.
Suryanto
menjelma menjadi “ Yanti “ dikala sedang live show, adalah seorang security
disalah satu Boutique mahal untuk artis-artis terkenal milik pak Dewo dan ibu
Dewo. Dimana baju-baju yang Yanto pakai dan kedua temannya itu adalah baju-baju
boutique yang dipinjam secara diam-diam dari boutique milik pak Dewo dan ibu
Dewo pada saat lepas tugas dinas malam atau baju-baju boutique tersebut untuk
dicuci atau di dryclean supaya tetap terjaga keharuman dan kebersihannya.
Jamal
..... alias Jamila, bekerja disebuah rental mobil-mobil mewah milik pak Sandi
dan ibu Sandi. Setiap hari sabtu menjelang libur hari minggu, Jamal yang memang
karyawan kepercayaan dari pak Sandi dan ibu Sandi selalu membawa salah satu
mobil rental miliknya untuk dibawa pulang dengan alasan untuk test drive guna
menjaga mesin dan kebersihannya mobil-mobil mewahnya supaya banyak yang
menyewanya, padahal mobil-mobil mewah yang dibawa Jamal dengan alasan untuk
test drive digunakan untuk sarana transportasi menuju club malam fantasi untuk
acara live shownya dengan kedua temannya itu. Maka tak heran mobil-mobil yang
dipakai oleh “tiga dara manja” setiap minggu selalu gonta-ganti untuk menunjang
gaya hidupnya.
Rianto
alias Rianti yang kebanci-bancian adalah seorang MUA (make up artist) langganan
dari Robby dan Rian seorang sutradara muda yang tinggal dalam satu apartement
yang sama karena Robby dan Rian adalah seorang ‘Gay’ yang tidak diketahui oleh
siapapun juga termasuk Rianto sang MUA dan produser film-filmnya.
Baik
Robby, Rian, pak Dewo dan pak Sandi adalah pengunjung tetap alias member di
club malam fantasi tersebut dikala Robby dan Rian sedang break syuting atau
sedang mencari talenta-talenta baru untuk proyek-proyek filmnya yang selama ini
proyek film yang dibuatnya selalu gagal dipasaran alias flop! Sedangkan pak
Dewo dan pak Sandi menjadi member tetap di club malam fantasi tersebut, guna
melihat live show yang ditampilkan oleh “tiga dara manja” yang penuh dengan
kecantikan, kesegaran dan kemanjaan dari penampilan Yanti, Jamila dan Rianti
yang penuh akan fantasy tersebut. Dan yang pasti baik ibu Dewo dan ibu Sandi
tidak mengetahui suami-suami mereka pergi setiap malam minggunya karena ibu
Dewo dan ibu Sandi selain sibuk dengan bisnisnya mereka juga disibukan dengan
kegiatan genk sosialitanya disetiap malam minggunya.
Kedigjayaan
“tiga dara manja” yang digawangi oleh Yanti, Jamila dan Rianti tersebut menjadi
tidak tertandingi dan mencapai rekor nomor wahid dalam pengumpulan uang saweran
dan pengunjung yang hadir untuk melihat aksinya itu, dikarenakan disamping
mereka sangat menghibur, mereka juga ditunjang oleh gaya busana mereka yang
cukup trendi dan mahal, make up yang cetar membahana serta ditunjang oleh
mobil-mobil mewah yang dibawanya pada saat menuju club malam fantasi tersebut,
sehingga keberadaan “tiga dara manja” mampu menggeser kedudukan Cindy, Paula
dan Luna yang pada saat itu menjadi
primadona di club malam fantasi itu, padahal baik Cindy,Paula dan Luna adalah
cewek-cewek asli alias perempuan 100 % bukan seperti “tiga dara manja” yaitu
seorang laki-laki tulen yang disulap seperti perempuan-perempuan asli yang bisa
mengalahkan Cindy, Paula dan Luna itu.
Tentu
saja Cindy, Paula dan Luna dibuat iri dan gerah akan keberadaan trio “tiga dara
manja” tersebut, maka dengan diam-diam mereka menyelidiki satu persatu tentang
kehidupan dan keberadaan Yanti, Jamila dan Rianti secara diam-diam untuk
membuka tabir siapa sebenarnya Yanti, Jamila dan Rianti itu yang sudah
menghancurkan dan melengserkan mereka dipanggung live show yang penuh dengan
persaingan tersebut.
Usaha
Cindy dan teman-temannya berhasil dengan baik dan sukses untuk memperlihatkan
siapa sebenarnya Yanti, Jamila dan Rianti dihadapan publik pada saat mereka
sudah melakukan live show pada malam yang penuh gemerlap itu. Apalagi ibu Sandi
dan ibu Dewo juga mengetahui bahwa para suami-suami mereka jatuh hati dengan
yang namanya Yanti alias Suryanto dan Jamal alias Jamila adalah karyawan-karyawan
tempat mereka bekerja adalah perempuan-perempuan jadi-jadian yang semula tidak
di sadari oleh pak Dewo dan pak Sandi tersebut. Jamal dan Yanto dipecat dari
pekerjaannya.
Suasana
lucu, haru, mencekam dan gegap gembita serta menjadi trending topik dimana-mana
setelah pemutaran perdana film yang berjudul “ perempuan-perempuan plastik ”
yang di produseri dan di sutradarai oleh Robby dan Rian yang bintangi oleh :
-
Suryanto sebagai Yanti
-
Jamal sebagai Jamila dan
Rianto sebagai Rianti
Sukses dipasaran dan
menjadi film terlaris pada saat itu mengeser keberadaan ‘ Club Fantasi ‘ yang
sepi dan siap gulung tikar karena hilangnya “tiga dara manja” dari panggung
lipsync live show yang penuh dengan fantasy tersebut pada saat mereka masih
menjadi bintang dimalam yang penuh dengan kebohongan tersebut.
Ubai Rai.
Genre : Drama, Comedy
Players: -Suryanto (Yanti)
-Jamal (Jamila)
-Rianto (Rianti)
-Pak Dewo & Ibu Dewo
-Pak Sandi & Ibu Sandi
-Robby & Rian
-and others.
Kisah seorang sutradara muda yang berambisi untuk membuat sebuah film seni “Drama Musical” atas suruhan dan tantangan yang diberikan pak Salim sebagai produser film tersebut. Karena selama ini film-film yang di produksi di perusahaan film pak Salim selalu bergenre horor dan kekerasan dalam rumah tangga. Maka untuk itu pak Salim menantang “Narendra” sutradara muda yang penuh bakat dan pesona yang tinggi untuk membuat sebuah film seni drama musical yang nantinya bisa diterima disemua kalangan pencinta film dan bisa diadu dalam ajang penghargaan film internasional sekelas festival film cannes di Perancis atau sejenisnya.
Dengan
melalui audisi terbuka yang cukup ketat, maka ditemukan Antony dan Citra yang
akan ikut berperan dalam film yang akan di garap oleh sang sutradara yaitu :
Narendra. Sedangkan untuk pemeran utama untuk film tersebut belum ditemukan dan
belum ada yang cocok dengan karakter yang dimaui oleh sang sutradara. Karena
sang sutradara menginginkan sosok perempuan muda yang cantik, pandai menari dan
juga bisa bernyanyi dengan baik sebagai pemeran utamanya.
Kegalauan
dan keresahan hati Narendra tak kunjung usai, karena semua pendukung untuk
produksi film tersebut sudah terpenuhi semua, baik untuk costume, setting, dan
crew sudah siap semua cuma yang belum ada adalah sosok pemeran utama untuk
karakter film tersebut.
Ditengah
kegalauan dan perasaan hati Narendra dimalam yang diselimuti bulan purnama
lengkap, Narendra tiba-tiba teringat pada sosok seorang wanita yang bernama
“Mahadewi“. Mahadewi adalah teman, sahabat dan sekaligus mantan kekasih
Narendra pada saat mereka kuliah dulu. Dimana Narendra pada saat kuliah
mengambil bidang penyutradaraan sedangkan Mahadewi mengambil kuliah dibidang
seni tari dan menyanyi. Sosok Mahadewi yang cantik, bisa menari dan menyanyi
memang sangat cocok dengan karakter peran utama wanita yang sedang dicarinya
selama ini. Maka dengan bantuan Antony dan Citra dimulailah perburuan dan
pencarian sosok Mahadewi dengan membuka dan mengadakan audisi terbuka disetiap
kota yang dikunjunginya bahwa Antony, Citra dan Narendra sampai ke Bali, Jogja,
Bandung dan kota-kota besar lainnya untuk mendapatkan sosok Mahadewi. Tetapi
jerih payah Narendra, Antony dan Citra untuk menemukan Mahadewi adalah nihil
dan nol, tidak mendapatkan apa-apa. Sedangkan pak Salim terus mendesak Narendra
untuk melakukan segera mungkin untuk memulai syuting film tersebut, karena
sudah lama menunggu dan semua crew telah siap semuanya ... termasuk Antony dan
Citra tentunya.
Telepon
handphone Narendra berbunyi, tiba-tiba terdengar kabar bahwa Mahadewi ada di
Jakarta ditengah-tengah kota. Telepon itu berasal dari orang tua Mahadewi yang
mengabarkan keberadaan Mahadewi sebenarnya kepada Narendara. Karena Narendra
dan Mahadewi putus hubungan, setelah ayah dari Mahadewi menjodohkannya dengan
laki-laki pilihan keluarganya.
Dengan
dibantu Antony dan Citra, Narendra segera bergegas untuk menjemput gadis
impiannya yaitu Mahadewi padahal syuting untuk scene pertama akan segera
dimulai ... mereka bertiga menuju tempat dimana Mahadewi berada. Tetapi Mahadewi
yang dicari oleh Narendra yang dibantu oleh Antony serta Citra, bukanlah sosok
Mahadewi yang dikenalnya pada saat Narendra dan Mahadewi masih pacaran dan
kuliah dulu. Sosok yang penuh dengan kelembutan, kecantikan yang bisa menari
dan menyanyi dengan baik, tapi justru yang ditemukan oleh Narendra, Citra dan
Antony adalah: “sepetak tanah berumput hijau“ dengan batu nisan yang
bertuliskan nama Mahadewi dengan sangat indahnya diarea pemakaman umum yang tak
jauh dari lokasi tempat syuting film seni drama musikal yang sedang digarapnya.
Hati
Narendra hancur lebur berkeping-keping pada saat itu juga. Maka dengan
persetujuan pak Salim selaku produser film kesohor itu, maka film “seri drama
musikal” yang akan digarapnya, berubah menjadi film “seni non musikal” dengan
mengambil kisah kehidupan antara Narendra dan Mahadewi yang berujung tragis
itu, dengan peran utamanya Antony sebagai Narendra dan Citra berperan sebagai
Mahadewi.
Antony
dan Citra berperan cukup apik dalam film arahan sang sutradara muda itu, yang
akhirnya film itu cukup laris dipasarkan dan banyak memenangkan ajang
penghargaan disetiap pestival yang di ikutinya. Tapi kematian Mahadewi yang
tragis tidak seperti film dengan judul ”Masterpiece” yang disutradarai oleh
Narendra tidaklah segemerlap setiap penayangannya dimana film itu diputar!
Ubai Rai.
Genre : Drama, Teen
Players: -Narendra
-Mahadewi
-Pak Salim
-Citra
-Antony
-and others.
Mengambil
setting di daerah perkampungan jawa yang masih dipenuhi dengan pepohonan yang
besar dan rindang seperti pohon kapas atau pohon randu. Dengan jalan tanah yang
belum beraspal, genre cerita horror ini akan jauh lebih mencekam dan menyeramkan
karena setiap rumah penduduknya masih menggunakan lampu tempel untuk penerangan
rumahnya jadi kampung itu masih terlihat lebih asli dan original serta sangat
tradisional.
Cerita
ini dimulai dari suasana duka dari rumah ibu Karsih dan pak Karso, dikarenakan
anak semata wayangnya yang sedang hamil muda bernama “Sri Rahayu“ yang
menikah dengan “Slamet“ buruh bangunan di kampungnya, tewas secara mengenaskan
dan membikin geger seisi kampung itu dengan cara yang tidak wajar yaitu: “Mati dengan Gantung Diri“ dikamar
tiang-tiang rumahnya yang sudah mulai rapuh.
Rahayu
sudah tidak tahan dengan himpitan ekonomi hidupnya, ditambah lagi, ia harus
menghidupi kedua orang tuanya yang sudah mulai sakit-sakitan karena dimakan
usia dan bekerja sebagai buruh tani harian pada sebuah pertanian tebu milik
seorang petani tebu di kampungnya.
Suasana
rumah pak Karso masih diselimuti rasa duka yang mendalam ditambah lagi
terdengar sayup-sayup orang berbisik tentang kematian anaknya itu. Pembacaan
ayat-ayat suci menyeruak menjadi satu dengan bau kemenyan dan parfum kematian
yang menusuk hidung diantara tamu-tamu yang datang untuk melayat.
Mayat Rahayu sudah
selesai dimandikan dan akan siap untuk si sholatkan, lalu di kubur ditempat pemakaman
umum desa setempat yang tidak berpagar dan bertembok.
Pada
saat semua keluarga sudah melihat wajah mayat Rahayu untuk terakhir kali dan
siap untuk di kafankan tiba-tiba seekor kucing melintas tepat di wajah mayat
Rahayu yang sudah tertutup kapas menjadi berantakan dan acak-acakan karena
terbawa cakar kucing yang melintas tadi, sontak saja kepanikan melanda seisi
rumah itu karena kapas yang sudah wangi itu berhamburan kemana-mana diantara
para pelayat yang datang. Maka untuk pengganti kapas yang sudah tidak bisa
dipakai lagi, kapas mayat penutup muka Rahayu diganti dengan kapas pohon randu
yang memang lagi sedang banyak-banyaknya pada saat itu dan pohon randu itu
memang ada persis didepan rumah pak Karso dan ibu Karsih yang di tanam oleh
Rahayu pada saat masih kecil dulu.
Pemakaman
mayat Rahayu yang mati dengan gantung diri dan sedang hamil muda berjalan
dengan penuh haru dan lancar. Tetapi perbincangan warga kampungnya tidak pernah
usai membicarakan tentang peristiwa sebelum pemakaman dan membicarakan tentang
seseorang yang mati karena gantung diri maka arwahnya akan gentanyangan dan menjadi
kuntilanak. Hal itulah yang membuat sedih Slamet, pak Karso dan bu Karsih
tentang desas desus perbincangan tersebut.
Menjelang
magrib, suasana malam itu makin mencekam karena pada malam itu adalah malam
pertama satu hari kematian Sri Rahayu, beberapa warga pria dewasa sudah siap
untuk mengadakan tahlilan dirumah pak Karso, sedangkan para ibu-ibu dan
anak-anak menutup rapat-rapat pintu rumah mereka yang memang tidak berpagar dan
hanya diterangi lampu tempel seadanya. Terlihat dengan jelas hantu Rahayu
dengan baju putih menjuntai sedang mengayun-ayunkan kakinya dibatang pohon
randu sedang mengamati beberapa orangtua yang sedang tahlilan dirumah
orangtuanya. Ternyata dugaan dan asumsi warga sekampung pak Karso benar adanya,
bahwa bila seseorang yang mati dengan cara gantung diri dan sedang hamil pula,
maka arwahnya akan berubah menjadi sosok “ kuntilanak “ yang bisa mengganggu
siapa saja dan bisa berubah wujud sesuai keinginannya pada malam hari, terutama
pada malam kematiannya.
Bambang
dan Dahlia sepasang pengantin baru yang baru pindah dari kampung sebelah tidak
mengetahui tentang kematian Sri Rahayu. Dahlia yang sedang hamil muda tiba-tiba
ngidam “ kacang rebus “ pada malam itu, karena Bambang mendengar sayup-sayup
suara musik dangdutan berarti ada hajatan dikampung sebelah maka untuk
mendapatkan sebungkus kacang rebus tidaklah sulit, biasanya kalau ada orang
hajatan semua pedagang dikampung akan berkumpul menjadi satu untuk mengais
rezeki.
Ternyata
orang hajatan dan kacang rebus yang dicari Bambang untuk istrinya Dahlia tak
kunjung ditemukan, padahal dengan jelas sekali pada saat berangkat dari
rumahnya terdengar suara sayup-sayup suara musik dangdutan dikampung sebelah
sedang berlangsung, sampai akhirnya motor yang dikendarai oleh Bambang
tiba-tiba bannya bocor persis didepan area pemakaman umum tempat Rahayu
dimakamkan yang tidak berpagar dan bertembok itu. Sambil mendorong motornya
yang bannya bocor tiba-tiba Bambang dikejutkan dengan suara musik dangdut yang
keluar dari radio kecil seorang pedagang ‘kacang rebus’ persis mayat Rahayu
dimakamkan. Tanpa pikir panjang lagi, Bambang yang sudah putus asa dan lelah,
akhirnya memborong semua sisa kacang rebus yang dijual oleh penjual tadi dengan
di iringi sayup-sayup musik dangdut yang sama persis didengarnya pada saat
berangkat dari rumah dan Bambang pun sempat menanyakan kepada pedagang kacang
rebus tersebut dimana rumahnya dan si penjual kacang rebus menjawab bahwa
rumahnya tidak jauh dan hanya beberapa langkah saja dari tempat dimana Bambang
memborong semua sisa dagangan si penjual tadi .....
Bambang
tidak menyadari, bahwa penjual kacang rebus itu adalah arwah Sri Rahayu yang
tiba-tiba hilang setelah Bambang melanjutkan perjalanannya dengan mendorong
motornya sampai tiba dirumahnya, tetapi didalam perjalanan hati Bambang agak
bingung, karena kacang rebus yang tadinya berat didalam kantong kresek
tiba-tiba menjadi ringan. Tapi Bambang tak peduli yang penting keinginan ngidam
istrinya Dahlia pada malam itu bisa di eksekusi dengan baik.
Dahlia
berteriak histeris, ketika membuka bungkusan kantong kresek yang diberikan oleh
suaminya Bambang, bukanlah kacang rebus yang di inginkannya, tetapi “segumpal
kapas” yang penuh dengan wewangian mayat yang menyeruak wanginya sampai Dahlia
menjadi pingsan dibuatnya, yang histerisnya Dahlia sampai membangunkan tetangga
disekitar rumahnya.
Kejadian
kacang rebus berubah menjadi kapas, menjadi buah bibir dan perbincangan warga
kampung setempat. Akhirnya Bambang dan Dahlia mengetahui kejadian yang terjadi
dikampungnya tempat ia tinggal sekarang dari mulut orang tua Sri Rahayu yaitu : pak Karso dan ibu Karsih
tentang kematian anaknya bernama “Rahayu“.
Dengan
kejadian itu warga kampung sekitar terutama ibu-ibu dan anak-anak di landa
ketakutan yang mencekam dengan mengunci rapat-rapat rumah mereka sebelum magrib
tiba, begitupun dengan para bapak-bapaknya mereka dilarang oleh para istrinya
untuk keluar rumah selepas magrib tiba. Karena rasa takut mereka akan arwah
Rahayu yang siap mengetuk rumah salah satu warganya sebelum naik
dipersinggahannya yaitu : di ranting pohon randu depan rumah orang tuanya,
karena arwah Rahayu bisa menjelma menjadi Slamet suaminya, bapak Karso dan ibu
Karsih serta Bambang dan Dahlia yang tidak disadari oleh warga sekitarnya.
Ubai Rai.
Genre : Drama, Horror
Players: -Rahayu
-Slamet
-Ibu Karsih & Bapak Karso
-Bambang
-Dahlia
-and others.
Mendadak Macho mengisahkan “ Tiga Banci Pinggir Jalan “ yang kerjanya ngamen dari warung satu ke warung yang lain, dari trotoar satu ke trotoar yang lain dengan dandanan yang super menor dan baju yang super hotz. Dengan suara pas-pasan yang dimiliki Tarjo alias Juwita, Effendi alias Fanda dan Ismail alias Mila. Mereka mengais rezeki setiap malamnya guna menghidupi dirinya sendiri dan untuk membayar sewa rumah petakan yang disewa mereka bertiga itu.
Malam itu, Juwita, Fanda
dan Mila suda siap untuk mencari rezeki seperti malam-malam sebelumnya, tapi
pada malam itu menjadi malam yang paling sial dan na’as bagi mereka bertiga,
karena malam itu mereka terkena razia oleh pihak kepolisian karena keberadaan
mereka dianggap sudah mengganggu ketertiban umum. Dengan sekuat tenaga yang
dimiliki naluri kelaki-lakiannya mereka bertiga berjuang untuk tidak tertangkap
tangan pada malam itu, tapi nasib berkata lain, ketiga mahluk antik itu
akhirnya satu persatu bisa ditangkap dan langsung di intograsi pihak kepolisian
dikantor polisi setempat.
Sampai di kantor polisi
mereka di intograsi satu persatu. Suasana kantor polisi yang tadinya hening
seperti kuburan, tiba-tiba berubah menjadi ramai, heboh, penuh kelucuan dan
kegaduhan dengan ditangkapnya Juwita, Fanda dan Mila itu. Apalagi pihak
kepolisian setelah mengetahui bahwa yang bernama Juwita di KTP bernama Jarwo,
Fanda bernama Effendi dan Mila bernama asli Ismail dengan jenis kelamin
tentunya seorang laki-laki. Dengan menahan geli dan tawa, akhirnya intograsi
satu persatu mahluk antik itu berjalan dengan mulus dan lancar semulus kaki
ketiga banci itu yang memang selalu dikerok bulu kakinya sebelum menggunakan
stocking yang sudah usang dan bolong pula, yang pada akhirnya pada malam itu
juga Juwita alias Jarwo, Fanda alias Effendi dan Mila alias Ismail langsung
dibawa kerumah Dinas Sosial untuk dijadikan dan di bina menjadi warga binaan
yang sesuai dengan kodrat mereka.
Dirumah binaan atau
dirumah dinas sosial ketiga sahabat itu menjalankan hari-harinya diluar
kebiasaannya, yang tadinya mereka terbiasa dengan dandanan yang super menor
cetar membahana, kini mereka harus meninggalkan yang namanya perangkat make up
murahan dan bulu mata ala bulu angsa yang kerap dipakai kalau mereka sedang ‘
live show ‘ dipinggir-pinggir jalan atau trotoar, ditambah lagi dirumah binaan
mereka harus menjalankan kewajiban sholat lima waktu, dan yang bikin semua
heboh dan kacau perangkat sholat mana yang mereka akan gunakan? Apakah kopiah
dengan sarung-sarung yang sudah lusuh, atau dengan seperangkat mukena yang cuma
ada satu-satunya di setiap rumah binaan, sedangkan rambut-rambut mereka masih
penuh warna seperti burung sawah-sawahan yang dicat oleh pedagangnya dengan
menggunakan pewarna makanan, dikala kena hujan atau air maka warna-warna cantik
tersebut akan hilang dan luntur tanpa berbekas.
Pagi itu, Jarwo, Effendi
dan Ismail dikejutkan dengan warga binaan baru yang satu rumah dengan mereka
bernama “ Nengsih “. Nengsih terjaring razia kepolisian pada saat sedang
menjajakan dan menawarkan tubuh indahnya yang sexy dan wajahnya yang cantik
kepada laki-laki berhidung belang dikawasan yang penuh dengan praktek semacam
itu.
Nengsih yang berwajah
cantik dan sensual serta sexy tersebut diputuskan oleh pacar laki-lakinya
bernama “ Bang Salman “ yang mempunyai body macho ala anak gym, karena bang
Salman selalu menjaga kebugaran dan otot-otot ragawinya ditempat-tempat gym
murahan yang untuk membayar iuran tiap bulannya dari uang hasil kerja Nengsih.
Bang Salman memutuskan cinta Nengsih yang sudah banyak berkorban untuk dirinya,
setelah Nengsih tertangkap tangan alias kena razia kepolisian. Nengsih menjadi
korban cinta gombal bang Salman yang di ceritakannya kepada Jarwo alias Juwita,
Effendi alias Fanda dan Ismail alias Mila dengan penuh keharuan dan cucuran air
mata dirumah binaan tersebut. Tapi cinta Nengsih kepada bang Salman susah
sekali untuk “ Move on “.....
Mendengar kisah pilu yang
mengharu biru dari Nengsih, maka Jarwo alias Juwita, Effendi alias Fanda dan
Ismail alias Mila berusaha dan bersikeras untuk menolong Nengsih supaya bisa
move on dari bang Salman. Maka ketiga mahluk ajaib itu berusaha untuk membentuk
body mereka menjadi macho dan jantan dengan alat-alat seadanya dirumah binaan
itu walau yang namanya alis dan bulu mata tak pernah lepas dari identitas di
tubuh mereka. Pokoknya mereka “ Mendadak Macho “ guna menyenangkan dan bisa
mengambil hati Nengsih yang sangat sulit move on dari yang namanya Bang Salman.
Tiga bulan berlalu, masa
binaan Jarwo, Effendi dan Ismail telah usai, mereka sudah meninggalkan rumah
binaan dan ‘Nengsih’ yang penuh dengan kenangan dan sejuta kegaduhan itu.
Dengan tubuh yang sekarang ideal, macho dan berotot itu, Jarwo, Effendi dan
Ismail berencana untuk membuat kejutan dengan mengunjungi Nengsih yang masih
betah dirumah dinas sosial itu.
Tetapi apa yang terjadi
di pagi rumah dinas sosial itu, ternyata Nengsih lupa belum mencukur bulu
kakinya yang sudah lebat dan berbulu itu yang tersingkap oleh angin yang
mendesir oleh terpaan kipas angin saat berbicara dan berbincang dengan Jarwo,
Effendi dan Ismail itu. Dan di pagi yang penuh tawa dan canda itu, terungkap
jelas siapa jatidiri Nengsih itu sebenarnya. “ Nengsih “ adalah “ Nanang “ yang
sempurna sebagai banci cantik dan sexy karena sudah beberapa kali bongkar
pasang dan turun mesin untuk kesempurnaan tubuhnya pada saat sedang ada uang
dari hasil kerjanya itu, makanya Nengsih ditempatkan sama dalam satu rumah binaan pada saat itu.
Akhirnya mereka berempat
berkumpul kembali dalam balutan suasana yang bikin kita semua tertawa dan
terhibur dengan jati diri mereka masing-masing dan tidak ada lagi kebohongan
dalam menjalankan kerasnya dan beratnya kehidupan di muka bumi ini seperti
keras dan beratnya alat-alat gym yang dipakai oleh Bang Salman untuk mencari
korban-korban berikutnya. Hmm.....
Ubai Rai.
Genre : Drama, Comedy
Players: -Jarwo (Juwita)
-Effendi (Fanda)
-Ismail (Mila)
-Nengsih (Nanang)
-Bang Salman
-and others.
TENTANG SAYA
HUBUNGI SAYA
POPULAR POSTS
-
Kisah 3 (tiga) orang pemuda kampung (Jono, Nano, dan Tio) yang hidup nya susah karena sudah lama mereka menganggur atau tidak punya pekerjaa...
-
Si Demplon bukan menceritakan seorang gadis yang cantik, montok, dan molek, yang menjadikan Si Demplon viral di sosmed dan terkenal dimana-m...
-
Interval (hanya untuk dibaca dan direnungkan)
-
Nursalam, Nursalim dan Salomita adalah tiga anak yang lahir dalam waktu yang hampir bersamaan dari seorang ibu yang melahirkan tiga anak kem...
-
Interval (hanya untuk dibaca dan direnungkan)
TERBARU
ARSIP
-
►
2021
(9)
- ► November 2021 (6)
- ► Desember 2021 (3)
-
▼
2022
(20)
- ► Januari 2022 (2)
- ► Februari 2022 (9)
- ► Maret 2022 (5)
- ► April 2022 (1)