Ubai Rai
  • Home
  • Features
  • Interval
  • teruntuk
  • Chapter 1
  • Chapter 2



 Pesta pernikahan antara bu Lasno dan Tejo menjadi viral dan perbincangan bagi warganet dan buah bibir warga sekampungnya. Yang menjadikan pesta pernikahan itu viral dimana-mana, bukan hanya usia ibu Lasno yang jauh lebih tua dari umur Tejo yang sebenarnya Tejo lebih pantas untuk kedua putrinya yaitu : Marlina dan Pertiwi, bukan juga pesta pernikahan itu menjadi viral dimana-mana yang diselenggarakan selama 7 hari tujuh malam tetapi pada pesta pernikahan itu “ Souvenir “ yang dibagikan kepada undangan yang hadir adalah berupa “ hewan sapi “ untuk diternak dan diberikan ‘ giveaway ‘ berupa 7 “ perjalanan paket umroh “ ketanah suci bagi undangan yang bisa menangkap karangan bunga yang dilempar oleh kedua mempelai beda usia di tujuh hari pesta pernikahan yang heboh dan akbar tersebut. Coba bayangkan berapa “hewan sapi ternak” yang disiapkan oleh ibu Lasno dan biaya yang dikeluarkan untuk pesta pernikahannya yang meriah selama 7 hari tujuh malam itu, juga biaya give away perjalanan umroh ketanah suci bagi 7 orang pasangan yang memenangkan tangkap bunga tangan itu ??? Untuk biaya tidak jadi soal, karena ibu Lasno mewariskan kekayaan yang berlimpah dari pak Lasno yang meninggal mendadak karena serangan jantung ! Pesta dan pernikahan antara bu Lasno dan Tejo itupun yang menjadi salah satu isi surat wasiat yang ditulis dan diminta oleh pak Lasno sebelum pak Lasno meninggalkan semuanya yang ada di muka bumi dengan tujuan untuk kebahagiaan semuanya.

Pak Lasno ..... orang yang baik hati dan bersahaja punya segalanya. Istri yang cantik walau sudah tidak muda lagi, punya dua anak gadis yang ramah dan pintar yaitu Marlina dan Pertiwi, pak Lasno juga mempunyai harta kekayaan yang berlimpah berupa sawah yang berhektar-hektar, toko swalayan disetiap sudut kampungnya, Pom bensin yang uangnya mengalir tak pernah henti, sampai rumah kontrakan dan hewan sapi ternak yang tidak bisa dihitung dengan jari. Pokoknya kekayaan pak Lasno dan keluarganya tajir melintir tujuh keliling!!! Walaupun sabagai orang terkaya dikampungnya tetapi mereka tidak sombong dan jumawa atas semua itu.

Tejo dan ibunya adalah seorang terapist yang bekerja sebagai tukang pijit apabila ada warga yang membutuhkan tenaganya untuk bisa dipijit agar bisa menjadi fit dan bugar kembali setelah dipijit oleh Tejo atau ibunya. Tejo dan ibunya adalah tukang pijit langganan pak Lasno dan ibu Lasno serta keluarganya yang rutin dilakukan setiap satu minggu sekali. Artinya pertemuan antara Tejo, ibunya dan keluarga pak Lasno rutin setiap minggu dirumahnya pak Lasno yang megah dan besar itu. Keahlian memijit Tejo dan ibunya didapat dari ayah Tejo yaitu : suaminya ibu Tejo yang meninggal akibat kasus tabrak lari dari sebuah mobil yang tidak bertanggung jawab selepas memijit dikampung sebelah dekat rumahnya.

Hubungan antara keluarga pak Lasno dan Tejo sangatlah baik, karena disamping Tejo itu sopan, baik budi juga tampan, dan antara pak Lasno dan Tejo punya kesamaan yang sama, bahwa antara pak Lasno dan Tejo adalah : seorang pekerja yang keras dan sangat sayang kepada kedua orang tuanya, itulah yang menyebabkan pak Lasno sangat akrab dan berbagi cerita dikala sedang dipijit pundaknya oleh Tejo. Pokoknya pak Lasno bersimpatik dengan kepribadian Tejo dan ibunya yang tidak pernah sekalipun memanfaatkan kebaikan dan kekayaan pak Lasno beda dengan sikap Marlina dan Pertiwi, justru kedua anak gadis dari pak Lasno dan bu Lasno itu tidaklah bersimpatik dengan ibunya Tejo dan si terapist muda yang bernama Tejo tersebut, karena pernah Marlina dan Pertiwi meminta untuk dipijit oleh Tejo dan Tejo menolaknya, karena dianggap bukan muhrimnya, dan yang paling menyakitkan Marlina dan Pertiwi bahwa cinta mereka berdua ditanggapi dingin oleh Tejo, artinya cinta bertepuk sebelah tangan, karena Tejo sadar bener bahwa Marlina dan Pertiwi bisa mendapatkan seorang pria yang lebih baik dari dirinya. Dan yang membuat shock dan makin membenci Tejo, bahwa disalah satu surat wasiat yang dituliskan oleh pak Lasno, bahwa untuk mengganti hati bu Lasno yang kosong ditulislah nama “Tejo” sang terapist muda, sopan, pekerja keras, baik budi dan tampan untuk menjadi penggantinya sebagai suami bu Lasno!

Konflik terjadi, Marlina dan Pertiwi menentang salah satu isi surat wasiat itu, begitupun bu Lasno dan Tejo tidak serta merta setuju dengan salah satu isi surat wasiat yang dituliskan oleh pak Lasno tanpa diketahui oleh keluarganya itu, tapi surat wasiat itu syah dan harus dijalankan sesuai amanah dari pak Lasno jauh-jauh hari ditulis dan diminta oleh pak Lasno sebelum meninggal dunia yang di saksikan oleh kepala desa dan disyahkan oleh Notaris dan syah baik secara hukum dan agama. Maka untuk menjalankan amanah dari pak Lasno itu terjadilah pernikahan yang viral dan menjadi buah bibir dimana-mana.

Semua warga dikampung Tejo menjadi happy, karena mereka mendapatkan hewan sapi ternak sebagai hadiah souvenir dari pernikahan Tejo dengan bu Lasno. Apalagi mereka yang mendapatkan giveaway berangkat umroh secara gratis! Tetapi tidak dengan Tejo dan bu Lasno, karena mereka harus pisah rumah setelah bulan madu mereka yang sangat romantis dan menguras tenaga serta isi dompet yang dikemas secara lucu dan menggemaskan serta bikin baper yang melihatnya, dan suasana perpisahan rumah antara Tejo dan bu Lasno yang dikemas secara apik dan emosional layaknya pasangan muda mudi yang sedang kasmaran dan jatuh cinta .....

Persatuan dan pertemuan antara Tejo dan bu Lasno akhirnya kembali terwujud, setelah bu Lasno dinyatakan hamil kembali dan di USG bahwa bayi yang dikandung oleh bu Lasno adalah seorang bayi laki-laki, dimana Marlina dan Pertiwi selalu mendambakan adik seorang laki-laki yang tidak bisa diberikan oleh Almarhum ayahnya tercinta pak Lasno, tapi diberikan oleh Tejo yang sekarang menjadi suami sambung bagi ibunya tercinta yaitu : bu Lasno.

Akhirnya cerita ini berakhir happy ending, dimana pada bulan ketujuh kehamilan bu Lasno, semua bersuka cinta untuk siap-siap berangkat umroh bersama yaitu : bu Lasno, Tejo, ibunya Tejo, Pertiwi dan Marlina serta pemenang 7 pasang give away tersebut untuk mewujudkan keinginan dari seorang ‘ pak Lasno ‘ yang kebaikannya tak pernah tergantikan. 




Ubai Rai.




Genre  : Drama, Comedy

Players:    -Pak Lasno

                 -Ibu Lasno

                 -Tejo

                 -Marlina

                 -Pertiwi

                 -and others.


 Interval

(hanya untuk dibaca dan direnungkan)





Nursalam, Nursalim dan Salomita adalah tiga anak yang lahir dalam waktu yang hampir bersamaan dari seorang ibu yang melahirkan tiga anak kembar dalam satu rahim ibu yang sama. Nursalam yang dipanggil Salam lahir terlebih dahulu dari kedua adik kembarnya yang bernama Nursalim dipanggil Salim dan Salomita yang akrab dipanggil dengan Salom. Salom satu-satunya anak kembar wanita, dimana kedua kakak kembarnya adalah seorang pria. Jadi Salam, Salim dan Salom adalah saudara kembar yang wajah dan karakternya nyaris tidak sama satu sama lainnya dari hobby, karakter dan bentuk fisiknya.....

Pokoknya ketiga anak kembar itu mempunyai sifat yang berbeda, tapi ada beberapa kesamaan yang tidak bisa dipisahkan oleh siapapun juga kecuali Tuhan yang menciptakan keajaiban itu. Sifat kesamaan itu adalah :

-              Mereka sekolah dalam satu sekolah yang sama walau beda jurusan.

-              Mereka saling mendukung dan mencintai satu sama lain dalam keadaan apapun juga. Maklum ada ikatan bathin sesama anak kembar.

-              Dan yang ketiga, mereka sangat mencintai dan menyayangi kedua orang tuanya yang telah melahirkan dan membesarkan mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Keberadaan tiga anak kembar yang berbeda fisik dan karakter itu, yang tahu hanya mereka bertiga, saudara-saudara mereka, orang tua mereka dan tentunya Tuhan yang menciptakan keajaiban itu !!!

Salam ..... yang mempunyai nama lengkap Nursalam Bahtiar, punya wajah ganteng, tinggi dan berkulit putih, lebih menyukai dunia olahraga khususnya olahraga futsal disekolahnya. Pokoknya Salam itu tipe cowok yang baik, ganteng, sopan, kalem dan selalu hormat kepada orang yang lebih tua darinya, apalagi kepada kedua orang tuanya. Makanya tak heran bila Salam banyak digandrungi dan disukai oleh teman-teman sekolahnya apalagi kaum hawa yang melihatnya baik sedang hanya berdiam saja apalagi sedang latihan futsal bersama teman-temannya, dimana arena futsal sekolah menjadi lebih ramai, gaduh dan panas untuk melihat Salam berlatih.

Salim ..... yang bernama lengkap Nursalim Bahtiar adalah tipe cowok milenial, kekinian, rupawan lebih menyukai dunia keartisan yang penuh dengan nuansa glamour dan wewangian, tak heran kalau salim yang rupawan menjelma menjadi pria Metroseksual yang banyak di puja oleh kaula muda tentunya kaum cewek-cewek di seluruh jagat raya dan sekolahnya, karena Salim berprofesi juga sebagai salah satu model pria ternama disamping bersekolah disatu tempat yang sama dengan kakak dan adik kembarnya. Salim yang rupawan, wangi dan ‘goodlooking’ sifatnya agak cuek dan jual mahal.

Beda dengan Salom .....alias Salomita Bahtiar, wajah dan perawakan tubuhnya tidak serupawan dan setinggi kedua kakak laki-laki kembarnya itu. Tapi Salom mempunyai sifat yang ceria, ramai, manja dan agak usil. Maka tak heran jika Salom masuk dalam jajaran ‘Genk Gadis Cantik’ disekolahnya yang di gawangi oleh “Felicia” dan “Dewinta”. Di sekolahnya Felicia sangat mencintai Salam dan Dewinta sangat mengagumi Salim. Baik Felicia, Dewinta dan yang lainnya sama sekali tidak tahu bahwa Salam dan Salim adalah kakak kembar dari Salom. Keadaan dan situasi tersebutlah yang sering di manfaatkan oleh Salom, untuk mendulang barang-barang branded hasil menang taruhan yang didapat dari Felicia dan Dewinta.

Suasana lapangan futsal sangat ramai dan riuh rendah oleh suara-suara cewek yang mengagumi Salam sedang berlatih futsal untuk kejuaraan futsal antar sekolah, ditambah lagi soal hadiah sebuah handphone Iphone seri terbaru yang harganya bikin kita merinding dibuatnya yang disediakan oleh Felicia dan Dewinta, yaitu : barang siapa yang berani menyeka keringat Salam dan bisa mencium pipinya, maka hadiah handphone Iphone seri terbaru bisa dibawa pulang! Tentu saja pekerjaan itu sangatlah mudah dilakukan oleh Salom, karena Salam adalah kakak yang sangat dicintainya, apalagi Salam sempat mencium balik Salom dan membuka kaos yang berkeringat untuk dibawa pulang oleh Salom dengan tujuan untuk dicuci dirumahnya, Felicia dan Dewinta dibuat pingsan dengan kejadian itu!!! Padahal Felicia dan Dewinta sempat mengejek dan merendahkan Salom sebelum Salom melakukan aksinya untuk kakak kembarnya tersebut.

Begitupun hadiah tas mahal yang di siapkan oleh Dewinta, bagi siapa saja yang bisa menggandeng tangan si handsome Salim dan duduk berdua ditaman sekolah dan berfoto selfi bersama, maka tas mahal branded itu menjadi miliknya, tentu saja hal itu dengan mudah dilakukan oleh Salom yang berwajah dibawah kecantikan Felicia dan Dewinta. Felicia, Dewinta dan anggota genk cantik lainnya dibuat histeris dan setengah tidak percaya atas keberanian dan keisengan Salom untuk mendapatkan tas mahal branded yang memang di impi-impikannya sejak dahulu. Semua kejadian yang terjadi di sekolahnya dan keisengan Salom untuk teman-temannya tentu saja di ceritakan kembali dengan penuh keharmonisan didepan orang tua mereka yang dibalas dengan tawaan dan candaan dari kedua kakak laki-laki kembarannya itu. Ada-ada saja !!! Karena Dewinta yang cantik itu selalu mengkoleksi photo-photo Salim di handphone miliknya belum pernah sama sekali berphoto bareng bahkan berselfi ria dengan cowok pujaan hatinya yang supercool, ganteng, wangi, model ternama yang bernama Salim. Tapi Salom yang mempunyai fisik standart bisa dengan leluasa melakukan hal yang mustahil yang tidak bisa dilakukan oleh Dewinta, Felicia dan genk cantiknya menimbulkan tanda tanya besar, siapakah Salom itu sebenarnya.

Sebenarnya Salam juga mencintai Felicia, begitupun Salim menaruh hati dengan Dewinta, tapi karena Salom adik kembar bungsunya itu belum menjatuhkan pilihan hatinya untuk orang yang dicintainya, maka untuk menjaga perasaan hati Salom, maka cinta Felicia dan Dewinta ditanggapi dingin oleh kedua makhluk rupawan itu. Maklum anak kembar, kalau satu punya pacar yang lain juga harus punya kekasih juga supaya kekompakan si anak kembar itu tetap terjaga dengan baik. hmm .....

Pesta ulang tahun Felicia dan Dewinta akan segera usai padahal pesta ulang tahun itu menjadi moment yang sangat di tunggu-tunggu oleh Salom dan genk cantik sekolahnya, karena baik Felicia dan Dewinta sudah berjanji bagi siapa saja yang bisa membawa Salam dan Salim pujaan hatinya dipesta ultahnya itu, maka seluruh hadiah atau kado yang dibawa oleh para tamu undangannya akan diberikan semua kepada siapa saja yang bisa membawa Salam dan Salim hanya untuk memberikan kata “ happy birthday “ bagi mereka berdua.

Di detik-detik akhir pesta itu akan usai, maka datanglah Salom dengan menggandeng sang kakak “ Salam dan Salim “ yang masih menggunakan baju futsalnya Salam memenuhi keinginan dan permintaan sang adik Salom, begitu juga Salim yang masih berkostum pengantin jawa karena belum sempat ganti baju setelah pemotretan untuk wedding adat jawa, untuk sebuah majalah memenuhi keinginan dan permintaan sang adik tercinta Salom, untuk memberikan ucapan kata happy birthday dan memburu hadiah yang ditawarkan oleh kedua teman satu genk cantiknya yaitu : Felicia dan Dewinta.

Dimalam itu juga, bahwa Salom mengakui kepada dua sahabatnya yang sedang berulang tahun, bahwa Salam dan Salim adalah kakak laki-laki kembarnya, maka Salom tidak mau mengambil hadiah yang ditawarkan oleh Felicia dan Dewinta itu. Karena Salom tahu benar kalau Felicia dan Dewinta sangat mencintai kedua kakak kembarannya itu. Begitupun Salam dan Salim sangat mencintai Felicia dan Dewinta.

Sebagai hadiah pengganti untuk Salom, maka Felicia dan Dewinta memperkenalkan seorang laki-laki muda yang bernama “Dewangga“ yang mempunyai sifat dan karakter yang hampir sama dengan Salom, yaitu : imut, cool, ceria dan super jahil dipesta malam ulang tahunnya yang dipenuhi dengan suasana kejutan yang menggetarkan sukma, bahwa sebenarnya Felicia, Dewinta dan “Dewangga“ adalah tiga saudara kembar yang sama seperti Salam, Salim dan Salom, yang penuh dengan keajaiban dan keunikan itu!


Ubai Rai.




Genre  : Drama, Comedy

Players:    -Nursalam Bahtiar

                 -Nursalim Bahtiar

                 -Salomita Bahtiar

                 -Felicia

                 -Dewinta

                 -and others.




Rara dan Rio adalah
  siswa SMU disalah satu sekolah di Jogya. Rara dan Rio ternyata satu kelas disekolahnya yaitu  kelas III IPS 1. Hari-hari Rara dan Rio di isi dengan kegiatan siswa-siswa lain pada umumnya. Sekolah, belajar, dan tentunya jalan-jalan mengitari kota Jogya dikala mereka sedang libur/malam minggu walau hanya sekedar cari kuliner ataupun hanya jalan-jalan biasa dengan motor milik Rio untuk menghabiskan malam minggu mereka berdua. Karena Rio dan Rara adalah sepasang kekasih.

Pak Atmo, laki-laki parobaya artinya tidak tua dan tidak muda (sedanglah sekitar usia 50 tahunan) bekerja sebagai penjaga sekolah dimana Rara, Rio dan murid-murid yang lainnya menghabiskan waktu mereka untuk belajar, melakukan extra kulikulernya setiap hari. Pak Atmo terkenal sangat sopan, kebapaan dan selalu menjadi tempat curhat anak-anak sekolah yang dijaganya itu. Tak kecuali Rio dan Rara selalu curhat kepada pak Atmo bila ada masalah baik dirumah atau dikelasnya. Pokoknya pak Atmo okelah, bisa diandalkan karena pandai menyimpan rahasia. Oh ya pak Atmo tinggal disekolah itu karena tugas pak Atmo, selain menjaga sekolah itu, dia juga bertugas membersihkan taman dan lain-lain, pokoknya sekolah itu ya rumah pak Atmo, pak Atmo belum menikah / atau masih sendiri makanya dia sering disinggung-singgung oleh para guru atau murid-murid sekolahnya, bahkan pernah diolok-olok ada sebagian murid-murid disekolah itu kalau pak Atmo takut terhadap perempuan tapi pak Atmo tak bergeming alias cuek aja. hmm.

Hujan turun sangat lebat di area sekolah itu, Rara baru menyelesaikan latihan tarinya, karena latihan sangat keras Rara agak sedikit pusing, dan meminta pak Atmo untuk membelikan obat diwarung dekat sekolahnya, karena Rio yang biasa menjemput Rara selepas latihan tarinya ini, masih berteduh karena hujan itu.

Karena musim hujan, pak Atmo menawarkan obat yang sering dia minum dikala sedang pusing, Rara percaya karena pak Atmo sudah seperti orang tua sendiri, ternyata yang diberi oleh pak Atmo kepada Rara adalah obat tidur bukan obat pusing kepala, pak Atmo salah ambil obat, dikala obat sudah masuk ke perut Rara, pusing Rara hilang tapi dia mengantuk dan langsung jatuh tertidur karena yang diminum adalah obat tidur.

Hujan masih turun, Rio belum datang menjemput Rara, akhirnya Rara dibawa kerumah pak Atmo persis dibelakang tempat ruang tari dimana Rara selalu melakukan latihan tari setiap minggunya. Hati pak Atmo berdesir melihat kecantikan dan kelembutan tubuh Rara, terjadilah perbuatan “Asusila” yang dilakukan pak Atmo kepada Rara, dimana dilakukan pada saat Rara tidak sadar dan hujan masih turun dengan alunan gending jawa yang menyayat hati.

Semenjak kejadian itu, sikap pak Atmo mulai berubah menjadi pendiam, takut dan merasa bersalah karena telah menodai Rara salah satu murid tempat ia bekerja dan mengabdi.

Tapi sikap Rara tidak berubah, malah ia semakin gencar latihan tari jawanya, karena acara untuk lomba tari antar kelas disekolahnya tidak lama lagi akan berlangsung ya sekitar 3 bulanan lagi, dimana Rara ditunjuk oleh wali kelasnya untuk mewakili kelas 3 IPS 1 dalam ajang lomba tari itu.

Seminggu lagi, acara classmeeting lomba tari akan segera dimulai, semua murid di SMA tempat pak Atmo bekerja akan segera dimulai. Rara mulai gusar dan gelisah karena perut Rara semakin membuncit dan keinginan makan yang aneh-aneh. Seperti ingin rujak, dan lain-lain. Rio juga mulai bingung melihat gelagat prilaku Rara yang menunjukan tanda-tanda orang sedang berbadan dua.

Rara mulai shok, ternyata dia sudah hampir 2 bulan lebih tidak datang bulan dan setelah memberanikan testpack, Rara positive hamil. Tapi Rara bingung siapa yang melakukan ini, karena dia dan Rio tidak pernah melakukan hal-hal diluar batas pergaulan, Rara hamil!

Perubahan tubuh Rara mulai tercium oleh keluarga dan teman-teman dikelasnya, dan juga Rio. Apalagi pada saat Rara hendak mencoba kontum baju jawa yang akan hendak dipakainya Rara untuk acara lomba tari yang tinggal menghitung hari.

Rara hamil! Apabila ketahuan oleh keluarga dan teman-temannya tentu akan membawa aib bagi nama baik sekolahnya dan juga Rio serta keluarganya. Rara curhat kepada pak Atmo tentang kehamilannya, pak Atmo pura-pura bingung dan siap membantu untuk menggugurkan kandungannya yang sudah berjalan 3 bulan, segala jalan sudah ditempuh termasuk minum jamu pelentur, tapi semua sia-sia, tidak berhasil.

Latihan menari sudah selesai, tapi Rara tidak pede dengan perubahan bentuk tubuhnya, diam-diam stagen/selendang yang dipakai untuk latihan menari itu, dijadikan alat untuk mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung dirinya di wc sekolah tempat dia belajar dan menghabiskan waktunya bersama orang-orang yang dia cintai.

Rara “gantung diri” dikala dia sudah putus asa, panik, takut malu dan belum mengetahui siapa pelaku yang mencabulinya, dengan stagen / selendang tari jawa miliknya di wc sekolah pada saat acara lomba tari akan segera dimulai.

Tentu saja acara classmeeting menjadi geger karena kematian Rara. Semua berduka, sedih tak kecuali pak Atmo yang melakukan perbuatan itu kepada Rara, hingga akhirnya Rara menghabiskan nyawanya dengan cara yang tidak wajar!!! Acara classmeeting diundur.

Satu minggu setelah kematian Rara, kegiatan belajar sekolah sudah mulai normal seperti biasanya, tapi kelas 3 IPS 1 masih berduka, karena kehilangan salah satu murid wanitanya yaitu Rara, hantu / roh Rara mulai beraksi “pertama” pada saat pelajaran kesenian dimana tiba-tiba dikelas Rara tercium bau kemenyan yang sangat menusuk hidung, ternyata Rara hadir ditengah-tengah murid dan guru, karena pelajaran kesenian adalah  pelajaran favorit Rara. Begitu pula dirumah pak Atmo, pada malam harinya sering terdengar suara musik gending jawa dan bau kemenyan seperti yang dilakukan Rara pada saat masih hidup.

Hidup pak Atmo sudah mulai tidak tenang, karena selalu dihantui rasa bersalah dan selalu dihantui bayangan roh Rara untuk minta pertanggungjawabannya. Kejadian itu selalu berulang-ulang disaat malam tiba.

Pagelaran classmeeting untuk lomba tari akan segera dimulai, yang hampir 3 minggu tertunda oleh kematian Rara. Kelas III IPS 1 diwakili oleh salah satu muridnya, yang tentunya keluwesan dan kepandaiannya menarinya jauh diatas kemampuan Rara, sebelum lomba menari “Dewi” pengganti Rara diam-diam meminta izin kepada Rara, untuk menggantinya menari, tetapi apa yang terjadi roh Rara masuk dan merasuk kedalam tubuh Dewi, Dewi menari seluwes dan seindah Rara, yang sebenarnya adalah : yang menari Rara tapi melalui tubuh Dewi. 

Melalui tubuh / dan raga Dewi juga, akhirnya roh Rara menceritakan bahwa pelaku semua kejadian itu adalah “Pak Atmo”, yang dilakukannya 3 bulan yang lalu pada saat hujan turun dan dentingan musik gamelan jawa sedang berlangsung.





Ubai Rai.




Genre  : Horror, Drama, Teen

Players:    -Rara

                 -Rio

                 -Pak Atmo

                 -Dewi

                 -and others.




Kuda poni tetangga sebelah bukan menceritakan “seekor kuda poni” yang lucu, lincah dan menggemaskan tetapi menceritakan seorang gadis kecil usia sekitar 12 tahunan, yang sangat manis, berambut panjang berponi dan tangguh seperti kuda poni. Gadis itu bernama “Sarah” yang sehari-hari dihabiskan untuk sekolah, belajar dan beribadah. Sarah tinggal bersama ibunya yang bernama “Ibu Tejo” dan adiknya yang bernama “Panji”. Kehidupan Sarah hari-harinya dihabiskan untuk sekolah dan belajar disebuah toko kelontong milik pak Arman selepas pulang sekolah tentunya. Tujuan Sarah belajar di toko kelontong milik “Pak Arman” hanya satu tujuannya yaitu : selain membantu perekonomian keluarganya karena ibu Tejo hanya seorang “Pemulung” barang-barang bekas yang hasilnya tidak seberapa dan tujuan Sarah juga ingin membelikan adiknya sebuah “Kursi Roda” karena Panji sudah lama lumpuh disebabkan tertimpa barang-barang bekas di “Lapak” barang-barang hasil pulungan disaat mengantar ibunya itu.

Ibu Tejo yaitu : ibu Sarah dan Panji, walau dikenal sebagai pekerja keras tetapi ibu Tejo juga sangat baik, lembut dan menyayangi kedua anaknya itu, walaupun dihimpit hidup yang kekurangan tetapi ibu Tejo tidak pernah mengeluh, ia tetap berusaha, bekerja dan berdoa untuk hidup sehari-harinya, walaupun cobaan silih berganti menghampirinya, tetapi kasih sayang ibu Tejo kepada Sarah dan Panji tak pernah luntur oleh waktu, hari ataupun hinaan bagi orang-orang yang tidak suka kepadanya.

Sementara “Rama” anak dari pak Arman, pemilik toko kelontong dimana Sarah bekerja ditempat itu, adalah sosok yang suka menolong dan berbagi kepada Sarah. Baik suka ataupun duka, hari-hari Sarah dan Rama yang umurnya hampir sebaya selalu membantu pekerjaan pak Arman yang baik hati di toko kelontong milik ayahnya. Rama sering membantu Sarah mengumpulkan kardus-kardus yang sudah tidak dipakai yang nantinya akan dijadikan “Uang” guna membantu niat Sarah untuk membelikan “sebuah kursi roda” untuk adiknya Panji yang lumpuh itu. Karena Rama tidak mempunyai seorang ibu, maka sosok bu Tejo ibunya Sarah sudah dianggap seperti ibunya sendiri.

Hari-hari terus berjalan, pada suatu ketika “Sarah” sakit karena terlalu lelah untuk menjalani hidupnya, disamping sekolah dan bekerja Sarah juga ikut membantu mengumpulkan kardus-kardus bekas setiap harinya. Pak Arman sebagai pemilik toko kelontong juga merasa sedih dan khawatir karena sudah beberapa hari Sarah tidak masuk bekerja. Akhirnya pak Arman menanyakan kepada “Rama” putranya, bahwa Sarah sakit. Dengan diantar oleh Rama akhirnya pak Arman berhasil menjenguk Sarah yang sedang sakit tetapi pada saat ingin pulang, pak Arman bertemu dengan ibu Tejo yang habis pulang bekerja sebagai pemulung. Apa yang terjadi pertemuan “Pak Arman” dan “Ibu Tejo” ? Pak Arman mengenali sosok ibu Tejo, waktu dikampung dulu, tapi ibu Tejo justru tidak mengenal pak Arman ini yang membuat pak Arman sering menanyakan kehidupan masa lalunya ibu Tejo, kepada Sarah, bahkan kepada Rama putra semata wayangnya itu.

Dengan berlinang air mata dan penuh kesedihan, akhirnya ibu Tejo ibunya Sarah dan Panji, menceritakan masa lalunya kepada kedua anaknya dan juga Rama putra pak Arman. Ternyata kehidupan ibu Tejo waktu seusia Sarah, sangatlah kaya karena dia anak seorang kepala desa dikampungnya, dan bu Tejo juga menceritakan bahwa pada saat seusia Sarah, ia mempunyai kuda poni yang lucu, cantik, tangguh yang diberi nama “Suri” yang dibantu pemeliharaannya oleh seorang pemuda yang bekerja dirumahnya yaitu : pak Arman. Karena terjadi bencana alam di desanya,  akhirnya semua terpisah bahkan kuda poni yang lucu itu tidak diketahui keberadaannya.

Mendengar cerita itu, hari pak Arman melalui putranya Rama menjadi sangat terpanggil untuk membalas budi kebaikan keluarga ibu Tejo pada waktu dikampung dahulu. Akhirnya pak Arman dan Rama memberanikan diri untuk datang kerumah Sarah. Pak Arman bercerita, bahwa dahulu ia bekerja di rumah ayahnya ibu Tejo seorang Kepala Desa, dan ia juga yang memelihara dan membantu ibu Tejo untuk mengurus “Kuda Poni” kesayangan ibu Tejo pada saat ibu Tejo masih sangat belia.

Keharuan pecah seisi rumah itu, akhirnya dengan kebaikan pak Arman, ibu Tejo alias “Suri” tidak lagi bekerja sebagai pemulung tapi bekerja membantu pak Arman di Toko Kelontongnya, dan yang paling mengejutkan “pak Arman” menghadiahkan “sebuah kursi roda” untuk Panji, agar menjadi seorang yang cerdas, tangguh seperti “Kuda Poni” yang banyak di sukai oleh banyak orang.  



Ubai Rai.




Genre  : Drama, Kids

Players:    -Sarah

                 -Rama

                 -Panji

                 -Ibu Tejo

                 -Pak Aman

                 -and others.




Kisah empat sahabat anak-anak yaitu : Mahesa, Rara, Tito dan Angga, mereka tinggal di satu komplek perumahan yang sama, umur mereka juga hampir sebaya satu sama lainnya, disamping hidup di komplek perumahan yang sama, keempat Bocah Ajaib ini juga belajar di satu sekolah yang sama, dan mereka berempat mempunyai kegemaran yang sama yaitu : “Bermain Game” yang lagi ngehitz banget sekarang ini, sampai kadang-kadang mereka lupa sama yang namanya : makan, mandi, bahkan belajar saking kerasukannya bermain Game di handphone mereka masing-masing). Sampai-sampai ibunya Mahesa, Ibunya Rara juga dibuat pusing tujuh keliling atas prilaku anak-anaknya yang sudah “ Kecanduan dan Kerasukan main Game Online “ itu.

Beda dengan “Bani” dari kebiasaan empat bocah itu. Bani gak suka main game, tapi dia lebih suka membaca buku-buku fiksi anak-anak. Makanya Bani sering di juluki dan di bully oleh keempat bocah itu, sebagai di “kutu buku” bahkan Bani dijuluki sebagai “ si cupu “ yang tidak bisa bermain game online dan tidak mempunyai handphone seperti, Mahesa dan teman-temannya alias hape jadul atau hape kentang ! yang dipunyai Bani. Bani tinggal bersama “Om Hendra” dan “Tante Fanny”, karena kedua orang tua Bani sudah tidak ada, kasihan y!

Dunia anak-anak berjalan seperti biasa yaitu : bermain, sekolah dan belajar. Dan tak lupa tentunya main game online secara “ Mabar “ alias main bareng. Beda dengan “Bani”.

Disamping tetap dengan dunia bermain anak-anaknya, Bani tidak suka bermain game online secara mabar, karena selain ia tidak suka, Bani juga tidak memiliki handphone seperti anak-anak yang lain. Karena sering di Bully dan diolok-olok oleh teman-temannya karena “cupu” dan “hp kentang” pada saat itu hati Bani merasa terpukul dan sedih padahal Bani adalah anak yang pintar, cerdas dan suka menolong, Cuma pasilitas untuk bermain game dengan teman-temannya tidak mensupportnya.

Malam itu, dikala om Hendra dan tante Fannynya sedang tertidur pulas, diam-diam “Bani” mengambil Hp milik om Hendranya untuk “mendownload” game yang sering dimainkan oleh : Mahesa, Rara, Tito dan Angga.

Bani mulai mempelajari permainan game online tersebut, dikala om Hendra dan tante Fannynya sedang tertidur hal itu dilakukan setiap malam sampai akhirnya “Bani” tertidur juga karena terlalu ngotot mempelajari game online itu. Pada saat Bani tertidur “Hp” om Hendra masih menyala atau masih “on”, tiba-tiba salah satu Hero yang dipilih dan dimainkan oleh Bani muncul dan keluar melalui hp om Hendra dan tokoh hero itu masuk dan merasuk kedalam jiwa dan raga Bani.

Bani terbangun dari tidurnya dimalam itu, tapi ia merasa heran dan bingung bercampur takjub dengan dirinya, karena bisa memainkan game online itu sejago dan secanggih seperti yang ada di hp milik om Hendra. Hal itu berlangsung terus menerus dikala Bani memainkan game itu dengan menggunakan hp om Hendra.

Turnament antar “Team” Gamers akan dimulai satu minggu lagi, tiap-tiap team harus mempunyai lima orang anggota sebagai syarat ikut dalam turnament itu, yang hadiahnya bagi team pemenang akan mendapatkan “Sejumlah Uang” yang cukup lumayan besar dan bisa dibagi sama rata bagi team yang menang.

Mahesa, Rara, Tito dan Angga, ingin sekali mengikuti turnament itu, tapi mereka cuma berempat, mereka perlu satu orang anggota lagi untuk dijadikan satu team agar bisa mengikuti turnament yang sudah mereka tunggu-tunggu itu.

Akhirnya dengan berat hati dan terpaksa nama “Bani” di ikutsertakan dalam “Team Five” yaitu : Mahesa, Rara, Tito, Angga dan Bani. Itupun tanpa sepengetahuan Bani sendiri. Nama Bani masuk dalam “Team Five” tersebut.

Keempat keluarga tersebut sangat mendukung turnament tersebut, beda dengan Bani, karena Bani dan teman-temannya harus menyakinkan om Hendra dan tante Fanny agar Bani bisa bermain Game itu, padahal setahu om Hendra dan tante Fanny, kalau sebenarnya Bani tidak bisa bermain Game online itu, apalagi untuk sebuah turnament yang hadiahnya uang yang cukup lumayan besar. Perasaan om Hendra dan tante Fanny mulai was-was dan gak karuan tentunya melihat kegigihan Mahesa dan teman-temannya untuk mendukung “Bani” di turnament itu. Apalagi om Hendra harus meminjamkan hp miliknya untuk dipakai Bani dalam turnament itu.

Keraguan mulai terjadi pada diri ke 4 anak ajaib itu, tapi Bani tidak! Ia merasa pede dan jago pastinya untuk bermain di game online tersebut, karena “Super Hero” yang ia pilih dan mainkan selalu merasuk kedalam jiwa, raga dan sukma Bani yang tidak diketahui oleh orang-orang termasuk om dan tantenya serta temannya itu.

“Team Five” yang terdiri dari Mahesa, Rara, Tito, Angga dan Bani, menjadi juara pertama dalam turnament itu, pastinya berkat Bani yang masih bertahan sendiri sampai musuh-musuhnya kalah sampai game itu usai. Semua sorak gembira atas kemenangan “Team Five” diturnament itu, tapi Bani merasa sedih karena setelah turnament itu, ia tidak akan meminjam lagi hp milik om Hendra, karena ia dan om Hendra ada perjanjian bahwa ia hanya pinjam satu kali saja hpnya setelah itu ia tidak akan merengek-rengek dan memaksa om Hendra untuk meminjamkan hpnya lagi setelah turnament itu, karena menurut Bani ia akan membuktikan kepada teman-temannya bahwa ia jago bermain game itu, agar tidak selalu di bully dan di olok-olok “cupu” oleh teman-temannya.

Atas kesepakatan Mahesa, Rara, Tito dan Angga dan tentunya keluarga mereka semua, akhirnya hadiah uang dari kemenangan turnament itu dibelikan “sebuah handphone” untuk Bani agar kelak kalau ada turnament lagi, Bani tidak merengek-rengek kepada om Hendra untuk meminjam hp miliknya. Agar hp Bani tidak hape kentang lagi.

Bani mau menerima hadiah itu, tapi dengan catatan keempat temannya yaitu : Mahesa, Rara, Tito dan Angga tidak akan membullynya lagi dan ke 4 temannya itu lebih mementingkan sekolah dan belajar dari pada main game terus. Setelah permintaan dan syarat Bani di setujui oleh ke 4 anak itu yang disaksikan oleh keluarganya masing-masing. Akhirnya “Bani” mau menerima hadiah hp itu, dan mereka menjadi sahabat dan teman yang baik di sekolah ataupun sedang bermain di rumah, entah itu bermain sepeda ataupun sedang bermain “Game online” tentunya.

 


Ubai Rai.



Genre  : Fiction, Kids

Players:    -Mahesa

                 -Rara

                 -Tito

                 -Angga

                 -Bani

                 -Ibu Mahesa

                 -Ibu Rara

                 -Om Hendra

                 -Tante Fanny

                 -and others.



Laras, nama panggilan dari gadis cantik bernama “Larasati”, lahir dari seorang ibu yang bijak bernama ibu Ranti, hidup di kampung kecil  di tanah Jawa, dimana sejak kecil hingga dewasa hari-harinya dihabiskan hanya untuk membantu ibunya sebagai tenaga kesehatan dimana mereka tinggal.

Sebagai ibu yang bijak dan cantik juga, walaupun mereka tinggal di daerah yang tertinggal, pendidikan untuk putri semata wayangnya adalah menjadi prioritas, maklum ayah Laras sudah meninggal sejak Laras masih kecil.

Sejak kecil cita-cita Laras hanya satu, yaitu ingin membangun desanya supaya tidak selalu tertinggal dibandingkan dengan desa-desa lain di tanah Jawa ini. Laras ingin desanya maju, dikenal banyak orang dan mempunyai teknologi yang canggih seperti desa-desa lain, padahal Panorama alam desa, kehangatan penduduknya sangat terasa, bila ditambah dengan pengelolaan yang baik pasti akan bertambah nilainya.

Untuk mengenalkan desanya kepada khalayak, Laras, sejak kecil hingga tumbuh menjadi dara yang cantik, ingin sekali mengikuti ajang lomba Ratu Kecantikan yang sering ia lihat di televisi, dia bermimpi bahwa suatu saat nanti ia akan menjadi THE QUEEN satu-satunya Ratu yang ada di desanya dimana ia tinggal bersama ibunya.

Rio, sahabat Laras sejak kecil, ternyata membaca keinginan Laras untuk mengikuti ajang Ratu Kecantikan itu di Jakarta, karena terbentur kondisi dan tentunya keuangan yang tidak memadai, kontes Ratu Kecantikan itu hanya bisa dilihat di Televisi, Laras dan Rio tidak berdaya.

Sedangkan hasrat untuk mengenalkan desanya ke semua orang keinginan Laras untuk mengikuti ajang itu tak pernah pupus karena memang itu adalah cita-citanya sejak kecil.

Pendaftaran untuk mengikuti ajang Ratu Kecantikan tinggal beberapa hari lagi ditutup, hasrat Laras makin menggebu untuk mengikutinya, dengan bantuan Rio, sahabat sejak kecilnya dan Pak Manto, sang kepala Desa,

Laras dan Rio mencari Warnet dengan sepeda milik Pak Manto, sebuah Warnet, yang tentu saja letaknya sangat jauh dari desanya, dengan kondisi alam yang lumayan sulit untuk dilalui.  Sesampainya di Warnet, mereka langsung membuka Situs ajang Ratu Kecantikan tersebut dan mereka mendaftarkan nama Laras secara online tepat pada detik-detik menjelang penutupan waktu pendaftaran. itulah perjuangan pertama Laras dan Rio.

Hari terus berganti, Laras dan ibunya seperti biasa melakukan kegiatan rutin seperti hari-hari sebelumnya. Namun tidak dengan Rio, dia selalu mengintip ingin tahu perkembangan tentang pendaftaran ajang Ratu Kecantikan di warnet tempat mereka mendaftarkan Laras.

Tanpa diduga, kabar gembira ternyata nama Larasati masuk dalam ajang Ratu Kecantikan tersebut dengan visi dan misinya yang jelas yaitu ingin membangun dan mengenalkan desanya ditunjang oleh wajah yang cantik, Laras terpilih untuk mewakili desanya di ajang itu.

Dengan berbekal seadanya, Laras ditemani Rio, meninggalkan desanya menuju Jakarta. Di tempat karantina dimana semua peserta dari berbagai daerah berkumpul, menggali potensi mereka untuk bersaing dengan kontingen lain, apalagi ketika tiba waktunya penjurian.

Persaingan telah dimulai, mereka berlomba-lomba menarik perhatian para juri dari mulai fisik, karakter dan uji kemampuan dalam menjelaskan visi dan misi masing-masing.

Laras menjalaninya dengan santai tanpa terlihat beban di wajahnya, baginya yang terpenting adalah tujuan mengenalkan desanya selangkah lagi akan terwujud.

Di tempat Karantina, Laras selalu didampingi oleh Rio, karena pada undangan tertera peserta dapat didampingi oleh satu kerabat yang bisa menjembatani kebutuhan peserta. Peserta lain ada yang didampingi oleh ibunya, saudaranya bahkan Managernya dan mess untuk peserta dan pendamping terpisah.

Malam pengumuman Tiga Peserta akan segera dimulai, setelah melalui babak 15 besar, 10 besar hingga 5 besar, Laras melaluinya dengan lancar semua atas dukungan teman sekamar Laras yaitu Mona . Mona selalu memberikan semangat kepada Laras dan selalu mendukung kekurangan yang ada dalam diri Laras, dan selain Mona tentunya tak luput dukungan yang paling besar yaitu Rio.

Ajang 5 besar menuju 3 besar akan segera dimulai, Laras dan Mona bersiap menjawab pertanyaan dari para Juri seputar Visi, Misi dan Motivasinya jika terpilih sebagai pemenang Ajang ini atau dengan sebutan THE QUEEN .

Dengan mengenakan gaun merah yang elegan  para peserta yang masuk dalam 5 besar itu memang berhak memakainya diatas panggung yang megah itu .

Acara tersebut disiarkan secara langsung di salah satu stasiun televisi, maka semua orang dapat menyaksikan dan memberi dukungan kepada peserta yang masuk dalam 5 besar tersebut, apalagi jika peserta tersebut mewakili daerahnya, makin semangatlah penonton untuk memberikan dukungannya, tak terkecuali  warga desa dimana Laras berasal, disana mereka nonton bareng dirumah Pak Manto.

Pada saat kelima peserta sibuk dengan gaun yang akan dikenakan, juga para peserta lain yang telah tereliminasi pun hadir, Laras teringat sesuatu, ketika dia berangkat ke Jakarta, ibunya memberikan sebuah bungkusan dengan pesan harus dikenakan jika Laras lolos sampai Grand Final, ternyata bungkusan itu tertinggal di Hotel tempat dia di Karantina. Laras meminta tolong kepada Rio untuk mengambil bungkusan tersebut, akhirnya sampai juga bungkusan itu ke tangan Laras, setelah dibuka ternyata isinya sebuah Kotak Hitam dengan hati berdebar, Laras membuka kotak tersebut, pelan-pelan Laras membukanya dan isinya adalah Baju Kebaya dan kainnya yang unik serta perhiasan yang sudah ibu Ranti siapkan untuk putrinya. Itu berarti bahwa Laras harus mengganti gaun yang dikenakan dengan Baju Kebaya yang telah dipersiapkan oleh ibunya.

Sebagai konsekwensi nya, karena Laras memakai baju yang berbeda dengan apa yang telah ditentukan oleh Juri, maka Laras tidak memenangkan Ajang tersebut, walaupun Visi dan Misi yang Laras sampaikan membuat para Juri dan peserta lain terpukau,

Namun para Juri sepakat untuk memilih Laras sebagai Traditional Queen berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh para Juri.

Akhirnya berkat predikat Traditional Queen itulah Laras berhasil memperkenalkan desanya kepada khalayak, sekarang desanya menjadi salah satu tujuan wisata para pelancong yang ingin menikmati keindahan alamnya.



Ubai Rai.



Genre  : Drama

Players:    -Laras

                 -Rio

                 -Mona

                 -Ibu Ranti

                 -Pak Manto

                 -Anel

                 -and others.



Kisah tentang lintas agama, dimana Pak Atmo dan Bu Atmo adalah seorang muslim yang taat, mereka bekerja pada sebuah panti asuhan anak-anak khatolik disebuah dusun tanah jawa yang sangat mengharu biru.

Pak Atmo bekerja untuk membantu ibu panti mengurus kebun tanaman halaman panti dimana anak-anak panti itu tinggal. Sedangkan Bu Atmo membantu ibu panti untuk mengurus segala keperluan makan dan keperluan anak-anak panti yang lainnya didalam rumah.

Pak Atmo dan Bu Atmo berumur separuh baya, tetapi ia tidak mempunyai anak, maka anak-anak panti itu sudah dianggap seperti anak-anaknya sendiri. Terutama ada satu anak perempuan manis dan penghuni panti tersebut bernama Sinta yang sudah seperti anaknya sendiri. Pak Atmo dan Bu Atmo tidak tinggal didalam rumah panti tersebut, tetapi jarak antara rumah Pak Atmo dan panti tidaklah terlalu jauh. Untuk itu, setelah pekerjaan Bu Atmo dan Pak Atmo selesai, mereka pulang kerumah kecil yang mereka miliki sendiri.

Karena rasa sayang Pak Atmo kepada anak-anak panti, setiap menerima gaji hasil kerjanya ditabung sedikit demi sedikit untuk memberikan hadiah-hadiah yang tidak mahal tapi menyenangkan untuk anak-anak panti, dimana hadiah-hadiah itu diberikan kepada anak-anak panti pada saat pagi hari natal tiba dan Pak Atmo pun merubah dirinya menjadi seorang "Santa" yang baju itu dibelinya dipasar tempat menjual mainan anak-anak itu. Artinya, Pak Atmo menjelma menjadi Santa yang baik untuk anak-anak panti dan memberikan hadiah-hadiah yang lucu dari hasil menabung selama setahun. Karena kebahagiaan anak-anak juga menjadi kebahagiaan Pak Atmo juga. Perubahan wujud Pak Atmo menjadi Santa pada saat natal tiba, tidak diketahui oleh anak-anak panti, kecuali Bu Atmo dan ibu panti saja yang mengetahuinya.

Setiap natal tiba, anak-anak pasti menunggu Santa yang akan memberikannya hadiah-hadiah, tapi sayang diperayaan natal tahun kelima, Santa itu tidak pernah datang lagi untuk memberikan hadiah-hadiah untuk Sinta dan teman-temannya. Yang tersisa hanya pada hadiah perayaan natah tahun keempat dimana Pak Atmo alias Santa yang baik hati itu memberikan sebuah kalung indah "sepatu boot" Santa yang ada tulisan inisial huruf "S" nya untuk Sinta.

Pak Atmo jatuh sakit karena jatuh dari tangga pada saat hendak membetulkan genting rumahnya yang menyebabkan Pak Atmo sudah tidak bisa bekerja lagi di panti, tapi jatuh sakitnya Pak Atmo itu dirahasiakan oleh Bu Atmo dan ibu panti, supaya Sinta dan anak-anak yang lain tidak larut dalam kesedihan, karena Pak Atmo lumpuh dan hanya bisa berbaring ditempat tidur kayu tua miliknya. Oleh karena itu, sudah tidak ada lagi Santa yang baik pada saat natal tiba, dikarenakan "Sang Santa" alias Pak Atmo sudah tidak berdaya.

Lima belas tahun berlalu, Sinta menjelam menjadi gadis cantik, baik hati, dan bekerja sebagai perawat disalah satu rumah sakit besar di Jakarta. Tetapi setiap menjelang natal tiba, Sinta dan teman-teman kecil pantinya dahulu, selalu merayakannya di panti tempat mereka menghabiskan hari-harinya dengan orang-orang yang penuh cinta dan kehangatan, yaitu ibu panti dan Bu Atmo serta anak-anak panti kecil lainnya.

Pagi itu di natal yang penuh cinta, tiba-tiba Sinta mendengar pembicaraan antara Bu Atmo dan ibu panti, bahwa Pak Atmo akan dibawa kerumah sakit di Jakarta karena sakitnya yang tak kunjung sembuh, dan akan mendapatkan perawatan yang lebih baik tentunya di Jakarta.

Sinta memaksa Bu Atmo dan ibu panti untuk menceritakan yang sebenarnya 15 tahun yang lalu, apa yang sebenarnya terjadi dengan Pak Atmo. Setelah semua diceritakan dengan penuh haru dan penuh air mata, Sinta bersama teman-temannya dengan diantar Bu Atmo mengunjungi Pak Atmo yang sudah tua renta dan tak berdaya.

Suasana mengharu biru dirasakan oleh Sinta dan teman-temannya, karena di dinding pintu masuk kamar Pak Atmo terpangpang foto-foto kecil mereka yang sedang bersuka cita dengan Santa yang baik hati itu, dimana foto-foto itu masih terjaga dengan baik, bukti cinta Pak Atmo kepada anak-anak panti terutama Sinta. Apalagi setelah Sinta melihat baju khas Santa yang biasa dipakai oleh Pak Atmo masih tergantung rapi disudut kamar Pak Atmo.

Pertemuan Pak Atmo alias "Santa" disetiap natal itu, menjadi moment yang sangat menguras air mata Sinta dan teman-temannya. Apalagi Sinta selalu memakai kalung terakhir pemberian Pak Atmo yang selalu dipakainya pada saat hari yang bahagia itu. Dimana Pak Atmo dengan senyum manis menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Sinta, Bu Atmo, dan teman-temannya pada hari natal tanggal 25 desember itu.



Ubai Rai.





Genre  : Drama, Kids

Players:    -Sinta

                 -Pak Atmo

                 -Bu Atmo

                 -Ibu Panti

                 -Anak-anak panti asuhan

                 -and others.




Mengambil setting di Pulau Dewata Bali yang indah dan eksotis, Sweet Desember mengisahkan tiga tokoh utamanya yaitu Gusti, Rara dan ibu Made.

Ibu Made mempunyai  seorang anak laki-laki semata wayang yang bernama “Gusti”. Hari-hari Gusti dihabiskan untuk membantu ibunya mengajar anak-anak menari dikampungnya disamping itu dia juga memiliki keahlian sebagai guru “Surfing” bagi turis lokal maupun asing yang ingin belajar Surfing agar bisa berselancar di pantai-pantai yang ada di Bali, sedangkan ibu Made adalah guru tari terkenal dan memiliki rumah yang dijadikan sebagai Homestay untuk para wisatawan yang ingin menginap dirumahnya sekaligus belajar menari dan berselancar di pantai bersama Gusti.

Pagi itu di bulan Desember, kesibukan mulai terasa di rumah Ibu Made, karena ibu Made akan menyambut tamu istimewanya yaitu Ayah dan Ibu Rara yang berkunjung ke Bali dalam rangka liburan dan akan menginap dirumah ibu Made, Ibu Made adalah sahabat ayah dan ibu Rara.

Pada liburan ini Rara dan kekasihnya yang bernama Dewo ikut serta bersama ayah dan ibunya, hal ini membuat Gusti merasa tidak nyaman karena hanya ada satu kamar yang dijadikan Homestay, sedangkan kamarnya yang penuh dengan pernak pernik Surfing miliknya akan digunakan oleh tamu sahabat ibunya itu.

Apabila kamar tersebut digunakan oleh tamu, maka Gusti akan tidur di pendopo tari samping rumahnya tentunya tidak senyaman dikamarnya sendiri.

Gusti menjemput keluarga Rara di Bandara, sepanjang perjalanan Gusti merasa risih dengan kemesraan Rara dan Dewo, maklum mereka adalah sepasang kekasih yang tinggal di Jakarta, so mereka tidak sungkan lagi untuk bermesra-mesra.

Dewo adalah Mahasiswa Teknik Sipil yang tak lama lagi akan menjadi seorang Arsitek sedangkan Rara masih duduk di Semester tiga Fakultas Kedokteran. Hubungan mereka sangat direstui oleh ayah ibunya.

Tak lama mereka sampai dirumah ibu Made, Pertemuan antara ibu Made dan keluarga Rara begitu hangat, penuh tawa dan canda, mereka bercerita tentang segalanya, dari mulai mengingat nostalgia saat kuliah di Jakarta, sampai dengan menceritakan anak mereka masing-masing. Sayangnya Gusti tidak bisa ikut berkumpul, Gusti harus mengajar berselancar.

 

Malam harinya Gusti bertanya-tanya, kemanakah tamu-tamu ibuku? Ternyata Dewo dan kedua orangtua Rara pulang ke Jakarta karena ada urusan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan, Dewo harus menyelesaikan Skripsi dan orang tua Rara harus menyelesaikan kontrak bisnisnya.

Sedangkan Rara tetap tinggal di Bali selama beberapa hari karena Rara ingin sekali mengenal lebih dekat dengan Gusti yang super cuek, pintar berselancar dan tentunya mempunyai wajah yang rupawan dengan tubuh atletisnyaditambah rambutnya yang panjang, Gusti adalah sosok idaman kaum hawa, satu lagi yang belum diketahui Rara adalah Gusti piawai menari.

Pagi hari di bulan Desember yang cerah, dentingan musik rindik (gamelan khas Bali) menyeruak ke telinga Gusti yang masih tertidur di kamarnya, suara rindik itu ternyata dari pendopo tempat latihan menari, Rara dan ibu Made sedang mempersiapkan latihan menari untuk anak-anak di kampung.

Melihat kelenturan dan keahlian ibu Made dalam menarikan tari Bali, mengusik keinginan Rara untuk belajar menari bersama anak-anak, tetapi tetap terselip rasa malu untuk bergabung bersama mereka, maka Rara memutuskan untuk belajar menari secara Private. Dan latihan menaripun bisa dilakukan kala sore hari menjelang matahari terbenam dengan suasana yang intimate dan romantis dalam balutan sunset yang sangat indah.

Gusti pulang mengajar berselancar, melihat gerakan tari Rara yang masih kaku ketika Rara dan Ibu Made sedang latihan menari, Gusti pun tertawa dan meledek, masih kaku seperti gerakan robot .... hehehe.

Sejak saat itu Gusti pun mulai membuka diri ke Rara, mungkin karena Gusti terpesona akan kecantikan dan kebaikan Rara, senyum Rara begitu manis, indah dan menawan rasanya... tak bosan memandangnya.

Saat makan malam pun Gusti sudah mulai merasa nyaman duduk bertiga dengan ibunya dan tentu saja, Rara.

Sikap Gusti yang super cool, cuek ditanggapi oleh Rara yang justru peduli dengan keadaan Gusti. Menurutnya, jika kita mau tersenyum sedikit saja untuk orang-orang di sekitar kita, maka aura kecantikan atau ketampanan seseorang akan terpancar, itu yang Rara katakan kepada Gusti, sampai-sampai selalu terngiang di telinga Gusti hingga menjelang tidur.

Masih di bulan Desember yang Indah Rara masih ada di Bali, dan belum melakukan komunikasi dengan kedua orangtuanya maupun pacarnya, Dewo. Rara masih betah untuk tinggal beberapa hari lagi di Bali, tepatnya dirumah ibu Made, dia ingin sekali lebih dekat dan menaklukan hati Gusti, dan yang paling penting adalah dia bisa membawa oleh-oleh sebagai kejutan untuk keluarga dan pacarnya di Jakarta, yaitu Menari dengan indah.

Sesi latihan menari akan segera dimulai, tiba-tiba dari arah tangga pendopo terdengar teriakan minta tolong, ternyata ibu Made terpeleset setelah menginjak kain milik Rara yang akan digunakan untuk latihan menari sore itu. Rara panik karena tidak ada orang disekitar, dia tidak sadar bahwa sudah ada Gusti di belakangnya. Segera Gusti dan Rara memapah ibu Made menuju kamarnya.

Rara segera menolong ibu Made, karena Rara adalah mahasiswa kedokteran, maka dia tahu bahwa kondisi ibu Made tidak parah, hanya sedikit memar dan keseleo. Gusti yang melihat kondisi ibunya merasa tidak tenang karena Gusti sangat sayang pada ibunya.

Rara merawat dan mengobati kaki ibu Made dengan telaten dengan ilmu yang dimilikinya. Hal itu tak luput dari perhatian Gusti, lambat laun Gusti mulai terpesona akan kelembutan dan kecantikan Rara dalam merawat ibunya dengan tulus.

Masih di Bulan Desember yang manis, ibu Made menghampiri Gusti untuk mengatakan bahwa Gusti harus menggantikan dirinya untuk mengajar Rara menari, Gusti menolak karena dia merasa hanya piawai dalam hal mengajar Surfing dan bukan penari yang handal seperti ibunya. Tetapi atas desakan ibunya, Gusti pun pasrah.

Sore itu dalam balutan gerimis, Rara duduk dengan manisnya di pendopo tempat dia latihan menari, tiba-tiba dia dikejutkan dengan dentingan gamelan Bali dan seseorang yang memberikan kain dan selendang yang biasa digunakan untuk menari. Rara terkejut dan setengah tidak percaya karena yang memberikan semua itu adalah Gusti.

Gusti memberanikan diri mengatakan kepada Rara bahwa guru tarinya sekarang adalah dirinya selama ibu Made masih dalam perawatan dan proses penyembuhan.

Ternyata kepiawaian Gusti dalam menari melebihi ibunya, ini membuat Rara semakin jatuh hati kepada Gusti, tetapi Gusti tetap menjaga jarak karena dia sadar Rara telah memiliki seorang kekasih yang calon Arsitek itu.

Tatapan mata, sentuhan tangan, dan senyuman manis selalu terpancar selama latihan menari antara Rara dan Gusti, Rara jatuh cinta kepada Gusti, tetapi Gusti tidak, karena Gusti tidak mau mengganggu hubungan Rara dengan Dewo yang otomatis juga hubungan antara keluarga keduanya yang sudah terjalin baik.

Masih di bulan Desember yang romantis, Rara pun pulang ke Jakarta karena merasa sudah terlalu lama tinggal dirumah ibu Made disamping itu ada cinta yang yang tak terbalas.

Rara meninggalkan pulau Bali dan disaat bersamaan Gusti sedang melatih Surfing di salah satu pantai yang indah.

Rara mengingat semua kenangan indah selama dia tinggal dirumah ibu Made, menghabiskan waktu sore hari bersama Gusti, menikmati kopi di pagi hari, dan yang paling mengesankan adalah ketika latihan menari bersama Gusti. 

Hanya kain dan selendang miliknya yang bisa Rara titipkan kepada ibu Made untuk Gusti, dengan bungkus indah bergambar hati dan papan selancar bertuliskan huruf "R".


Ubai Rai.


Genre  : Drama, Teen

Players:    -Gusti

                 -Rara

                 -Ibu Made

                 -Dewo

                 -Ayah & Ibu Rara

                 -and others.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

TENTANG SAYA

Kumpulan Ide Cerita dan Goresan Original. Dibuat untuk sebuah jalan cerita film, sinetron, atau hanya untuk dibaca saja. Mudah-mudahan bisa berkesan dan terhibur dengan tulisan ini. Selamat membaca.

HUBUNGI SAYA

POPULAR POSTS

  • Beautiful Rain
    Kisah 3 (tiga) orang pemuda kampung (Jono, Nano, dan Tio) yang hidup nya susah karena sudah lama mereka menganggur atau tidak punya pekerjaa...
  • Si Demplon
    Si Demplon bukan menceritakan seorang gadis yang cantik, montok, dan molek, yang menjadikan Si Demplon viral di sosmed dan terkenal dimana-m...
  • Cinta Sejati
      Interval (hanya untuk dibaca dan direnungkan)
  • Salam ... Salim dan Salom
    Nursalam, Nursalim dan Salomita adalah tiga anak yang lahir dalam waktu yang hampir bersamaan dari seorang ibu yang melahirkan tiga anak kem...
  • Teman vs Sahabat
    Interval (hanya untuk dibaca dan direnungkan)

GENRE

  • Comedy 10
  • Drama 20
  • Fiction 1
  • Horror 3
  • Kids 3
  • Teen 7
  • Thriller 1
Ubai Rai 2021. Diberdayakan oleh Blogger.

TERBARU

You Are Still The Best!

  teruntuk Pak Andreas

ARSIP

  • ►  2021 (9)
    • ►  November 2021 (6)
    • ►  Desember 2021 (3)
  • ▼  2022 (20)
    • ►  Januari 2022 (2)
    • ►  Februari 2022 (9)
    • ►  Maret 2022 (5)
    • ►  April 2022 (1)
    • ►  Juli 2022 (1)
    • ▼  Oktober 2022 (2)
      • Cantiknya Next Level
      • You Are Still The Best!

IDECERITA.UBAIRAI

Copyright © Ubai Rai. Designed by OddThemes